Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tim Satker PJN Tetap Keliling Tangani Jalan Berlubang di Pantura Semarang

Jalur pantura Semarang dari Mangkang hingga Kaligawe terdapat beberapa titik jalan berlubang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Tim Satker (PJN) 3 Jateng saat menambal jalan berlubang pantura Semarang tepatnya di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Jalur pantura Semarang dari Mangkang hingga Kaligawe terdapat beberapa titik jalan berlubang.

Tim Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 3 Jateng yang menangani perawatan jalan tersebut mengaku menghadapi beberapa kendala dalam penanganan jalan berlubang.

Di antaranya saat ini masih dalam transisi belum ada penyedia jasa kontruksi.

"Maka pelaksanaan penanganan jalan berlubang sangat tergantung dari ketersediaan material di pengelola AMP (Asphalt Mixing Plant)," ujar Pejabat Pembuat Komitmen Satker 3.1 Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 3 Jateng Hadi Prayitno saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (24/2/2022).

Ia melanjutkan, pelaksanaan penanganan jalan berlubang saat ini sangat tergantung dari ketersediaan material hotmix dari penyedia AMP.

Lantaran penyedia  hanya akan melakukan produksi dengan batasan minimal volume tertentu.

Sementara ketersediaan alat dan personil harian juga sangat terbatas sehingga beberapa kali AMP tidak produksi karena belum memenuhi volume minimal produksi.

"Semoga proses pengadaan penyedia jasa kontruksi dapat segera selesai sehingga penanganan jalan berlubang lekas kami lakukan lebih masif dan maksimal," katanya.

Meski demikian, ia menyebut, pihaknya terus melakukan penambalan jalan berlubang sesuai kewenangannya mulai Weleri sampai dengan Semarang.

Penambalan jalur itu sudah dilakukan mulai Januari 2022 hingga sekarang terus dilakukan.

"Setiap hari penilik kami melakukan invetarisasi jumlah lubang dan lokasi kemudian kami diskusikan mengenai kebutuhan personil, alat dan material," katanya.

Diakuinya, meskipun setiap hari dilakukan monitoring masih ada beberapa lokasi lubang yang belum tertangani.

Untuk titik seperti itu, pihaknya melakukan penanganan sementara dengan memberikan tanda pada lubang dan pemasangan rambu peringatan hati-hati yang ditunjukkan kepada pengguna jalan.

"Namun kami tetap mengupayakan agar penanganan lubang dapat segera kami lakukan," terangnya.

Hal itu dilakukan dengan menerjunkan dua tim setiap harinya yang khusus menangani jalan berlubang

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved