Berita Demak

Hingga Petang Siti Masih Gelar Tempe Dagangannya di Pasar Bintoro Demak: Yang Beli Pasti Protes Dulu

Siti masih belum berniat bergegas mengemasi barangnya dan pulang ke rumah lantaran barang dagangannya tak kunjung habis

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Reza Gustav
Siti Alimah (60), penjual tempe-tahu di Pasar Bintoro Demak masih buka hingga menjelang petang karena belum laku, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - "Keadaan lagi susah, orang kecil yang kena dampaknya,"

Inilah perjuangan seorang ibu di Demak.

Siti Alimah (60), penjdi Pasar Bintoro Demak masih
Siti Alimah (60), penjual tempe-tahu di Pasar Bintoro Demak masih buka hingga menjelang petang karena belum laku, Kamis (24/2/2022).

Harga kedelai di Indonesia yang kini terbilang tinggi masih menjadi momok baik bagi produsen atau pengrajin tempe-tahu maupun pedagang di pasar.

Para produsen terpaksa membuat makanan tradisional tersebut dengan ukuran yang diperkecil dibanding biasanya untuk tetap dapat keuntungan.

Baca juga: Antre Minyak Goreng Malah Kecopetan, Ibu Ini Pulang dengan Kecewa dan Tangan Hampa: Saya Relakan

Baca juga: Orangtua Curiga Anaknya Menangis di Sekolah, Ternyata Trauma Kejadian di Bawah Jalan Tol

Menciutnya ukuran tempe berdampak kepada sebagian pedagang di pasar yang menerima komplain dari pembeli hingga berkurangnya pelanggan.

Satu di antaranya Siti Alimah (60), seorang pedagang tempe dan tahu di Pasar Bintoro, Kabupaten Demak.

Ia masih menggelar lapaknya seharian hingga menjelang petang, Kamis (24/2/2022).

Padahal, sebagian kios-kios lain sudah tutup dan situasi pasar telah sepi.

Siti masih belum berniat bergegas mengemasi barangnya dan pulang ke rumah lantaran barang dagangannya tak kunjung habis.

“Biasanya sekitar jam 14.00, atau jam 15.00 WIB saya sudah pulang.

Tapi ini lihat, tempe-tahu saya masih banyak begini.

Yang beli cuma beberapa tadi, untuk tempe saya jualnya per bata Rp 3.000, ambilnya Rp 2.500 jadi dapat keuntungannya Rp 500.

Kondisi begini semua lagi susah, orang-orang kecil kena dampaknya,” ujarnya ketika ditemui Tribunjateng.com.

Siti Alimah (60), penjual tempe-tahu di Pasar Bintoro Demak masih buka hingga menjelang petang karena belum laku, Kamis (24/2/2022).
Siti Alimah (60), penjual tempe-tahu di Pasar Bintoro Demak masih buka hingga menjelang petang karena belum laku, Kamis (24/2/2022). (Tribun Jateng/ Reza Gustav)

Ia menduga tidak larisnya dagangan miliknya itu karena ukuran-ukuran tempe dan tahu yang diperkecil sehingga pembeli merasa rugi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved