Berita Banjarnegara
Peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke 451, Logo Baru Kabupaten Diluncurkan
Peringatan Hari Jadi ke 451 Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Peringatan Hari Jadi ke 451 Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Prosesi peringatan hari jadi yang kemas dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banjarnegara dipusatkan di Pendopo Kabupaten Banjarnegara.
Karena masih dalam suasana pandemi Covid 19, kegiatan dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan.
Kegiatan hanya dihadiri pejabat penting daerah di antaranya, Plh Bupati Banjarnegara, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), pimpinan DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolres, Dandim 0704, serta tamu undangan.
Mereka semua hadir mengenakan pakaian adat Jawa.
Masyarakat tidak diizinkan masuk pendopo untuk mengikuti atau menonton prosesi peringatan hari jadi.
Prosesi peringatan hari jadi diwali dengan kirab pusaka oleh sejumlah peserta berpakaian prajurit dari halaman menuju aula Pendopo.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto dan Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Arh Sujeidi Faisal menerima pusaka yang kemudian disemayamkan di Pendapa Dipayuda Adigraha.
Di pendopo, Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin membawa bendera pusaka merah putih. Sementara Ketua DPRD Banjarnegara Ismawan Setya Handoko membawa bendera lambang Banjarnegara.
"Kali ini Hari Jadi diperingati dengan Rapat Paripurna DPRD, " kata Ketua DPRD Banjarnegara Ismawan Setya Handoko, Sabtu (26/2/2022)
Ismawan mengatakan, peringatan Hari Jadi tanggal 26 Februari mengacu peraturan daerah (Perda) Kabupaten Banjarnegara nomor 6 tahun 2019 tentang Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara.
Terjadi perubahan hari jadi yang menyebabkan usia Kabupaten Banjarnegara bertambah 260 tahun.
Hari jadi yang sebelumnya 22 Agustus 1831 menjadi 26 Februari 1571. Ini berdasarkan penelusuran dan pengkajian dokumen sejarah yang dijadikan dasar perubahan hari jadi Kabupaten Banjarnegara.
22 Agustus 1831 yang selama ini diperingati sebagai Hari Jadi Banjarnegara ternyata menandai kekuasaan Belanda secara administratif yang mulai berlaku di wilayah Banjarnegara.
Perubahan hari jadi menjadi 26 Februari lebih memiliki landasan sejarah nasionalisme yang kuat.
Ini dilatarbelakangi peristiwa pada Babad Banyumas ketika Raden Jaka Kaiman yang diangkat oleh Sultan Pajang menjadi Adipati dengan gelar Adipati Wirasaba IV menggantikan mertuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kirab-pusaka-2022.jpg)