Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Umat Hindu Banyumas Upacara Melasti di Curug Gemawang

Puluhan umat Hindu di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya melakukan upacara Melasti di Curug Gemawang.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Imah Masitoh
Umat Hindu di Kabupaten Banyumas dan Sekitarnya mengikuti Upacara Persembahyangan Melasti di Curug Gemawang, Senin (28/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Puluhan umat Hindu di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya melakukan upacara Melasti di Curug Gemawang tepatnya Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Senin (28/2/2022) pukul 09.00 WIB.


Upacara Persembahyangan Melasti merupakan upacara penyucian diri dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi seluruh umat Hindu, yang tahun ini jatuh pada Kamis (3/3/2022) mendatang. 


Upacara Persembahyangan Melasti dilakukan sebelum Persembahyangan Tawur Agung Kesanga.


Menurut Slamet Raharjo selaku Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas Upacara Persembahyangan Melasti diawali dengan melaksanakan upacara Mendak Tirta yakni mengambil air suci dari sumber mata air yang nantinya akan digunakan dalam menyambut Hari Raya Nyepi


"Kita sebagai umat Hindu meyakini Tirta Suci di alam semesta ini berasal dari alam, mata air, sumber air yang diyakini digunakan sebagai sarana penyucian lahir maupun batin sebelum melaksanakan prosesi selanjutnya Tawur Agung Kesanga dan pelaksanaan Catur Brata Penyepian," jelasnya.


Kemudian dilanjutkan dengan Persembahyangan Dharma Wacana yaitu suatu siraman rohani menurut konsep Hindu yang diikuti semua umat Hindu yang hadir di Curug Gemawang.


Turut pula sambutan dari ketua PHDI Kabupaten Banyumas dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemawi.


Setelah Upacara Persembahyangan Melasti diakhiri dengan pelarungan sesajen yang telah digunakan di Curug Gemawang.

 

"Pelarungan setelah melakukan Persembahyangan Melasti disimbolkan dengan pelarungan sesaji yang sudah digunakan dilarung sebagai sarana  makna filosofi membuang segala hal yang sifatnya negatif agar dibawa oleh air yang mengalir jauh sementara hal positif datang ke kita dan alam semesta," jelas  Slamet Raharjo.


Persembahyangan Melasti dilakukan di Curug Gemawang karena diyakini di Curug Gemawang  mempunyai mata air yang dianggap suci. Curug Gemawang sendiri memiliki batu cadas yang terdapat mata air berkedalaman 2 meter dengan ukuran yang tidak besar. 


"Bukan mengalir dari atas tapi mengalir dari bumi itu yang dianggap Tirta Penguklatan atau Penyucian karena berasal dari dalam bumi," ungkapnya.


Kurang lebih 50 orang mengikuti Upacara Persembahyangan Melasti di pelataran Curug Gemawang yang berasal dari umat Hindu di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. 

 

Upacara Persembahyangan Melasti berlangsung dengan lancar dan hikmat dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved