Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Alasan Kenapa Belum Semua Pedagang Pecah Belah Pasar Johar Semarang Bersedia Dipindah

Pemindahan para pedagang pecah belah yang terpencar di Pasar Johar Semarang belum sepenuhnya berjalan mulus.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Dinas Perdagangan bersama Satpol PP Kota Semarang memindah para pedagang pecah belah yang terpencar di Pasar Johar Semarang, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemindahan para pedagang pecah belah yang terpencar di Pasar Johar Semarang belum sepenuhnya berjalan mulus.

Sejumlah pedagang memang sudah bersedia pindah sesuai zonasi di Johar Tengah lantai 2, namun ada beberapa pedagang pecah belah yang masih enggan pindah. 

Seorang pedagang pecah belah, Yayuk Marjono menempati deretan atau zonasi yang seharusnya diperuntukan pedagang konveksi di Johar Tengah lantai 1.

Namun, dia menempati tidak beralasan melainkan sudah sesuai hasil undian yang dilakukan Dinas Perdagangan.

Apalagi, pihaknya sudah menempati sejak lama sebelum para pedagang pindah ke Johar Cagar Budaya ini. 

"Saya jualan disini babat alas. Dari dulu dapat nomor disini," ucapnya, Selasa (1/3/2022).

Dia mengaku, sudah mendapat sosialisasi terkait pemindahan pedagang pecah belah ke Johar Tengah lantai 2.

Pada saat sosialisasi, disampaikan bahwa pemindahan tidak bersifat memaksa. Sehingga, dia memiliki hak untuk menolak pindah. 

"Kalau tidak pindah diharuskan ganti dagangan, saya tidak mau karena barang saya ini. Saya tidak mau pindah, katanya tidak maksa," ujarnya. 

Sementara itu, pedagang pecah belah lainnya, Abdul Halim mengaku tidak keberatan untuk pindah dari Johar Tengah lantai 1 ke lantai 2.

Menurutnya, pemindahan ini dalam rangka singkronisasi agar Pasar Johar bisa ramai.

Pasalnya, saat ini pedagang pecah belah terpencar di beberapa titik. Hal itu tentu akan membingungkan masyarakat yang hendak mencari pedagang pecah belah. 

"Undian memang dapat disini, cuma pecah belah mencar. Kalau mencar kurang main. Kalau pindah bisa menyatu jadi satu. Jadi, tidak masalah disuruh pindah," paparnya. 

Dia pun sebenarnya telah membuat properti dagang di lapak yang pertama.

Properti tersebut bisa dibongkar dan dipasang kembali di lapak yang baru. Hanya saja, perlu waktu untuk menata kembali di lapak yang baru. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved