Berita Semarang
BOR RS di Semarang 40 Persen, Kasus Covid Berangsur Turun, Hendi Harap Masyarakat Tak Panik
BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Semarang berada pada angka 40 persen.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Semarang berada pada angka 40 persen.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, masih banyak tempat tidur isolasi kosong di rumah sakit.
Diharapkan, masyarakat tak panik.
Apalagi, kasus Covid-19 di Kota Semarang juga sudah berangsur menurun.
Pada pekan lalu, Covid-19 aktif mencapai 1.000 kasus. Sedangkan, berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Rabu (2/3/2022) pukul 17.30, tercatat Covid-19 aktif sudah tinggal 668 kasus dengan rincian 446 warga Semarang dan 222 warga luar kota.
“Harapannya masyarakat tidak panik, karena rumah sakit tidak membludak," ucap Hendi, sapaannya.
Meski kasus menunjukan tren penurunan, dia mengingatkan, pandemi Covid-19 belum selesai. Dia mengimbau warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
Hal ini untuk menekan angka penyebaran di dalam Kota Semarang.
"Meski tren kasus memang cenderung turun tapi untuk melakukan kegiatan tetap dengan disiplin prokes dan jangan lupa vaksin,” pintanya.
Hendi mendorong masyarakat segera melakukan vaksinasi. Pasalnya, angka kematian Covid-19 yang beberapa waktu terakhir terjadi disebabkan lantaran bekum melakukan vaksinasi lengkap atau bahakn belum divaksin sama sekali.
Di sisi lain, pasien yang tidak dapat diselamatkan juga karena memiliki penyakit penyerta.
"Saya harap bagi yang belum vaksin atau vaksinnya belum lengkap bisa segera melengkapi karena penyebab kematian terbesar salah satunya belum vaksin," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-beri-penjelasan1.jpg)