Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Kontraktor Tak Kooperatif, Disdikbud Batang Putus Sepihak Persentase Hasil Rehab Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Achmad Taufiq menyebut CV Amelia Rahman dari Cimahi, Jawa Barat, dianggap tidak kooperatif

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Kondisi fisik proyek rehabilitasi gagal SDN Wonosegoro Bandar Batang yang belum teratapi, 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Achmad Taufiq menyebut CV Amelia Rahman dari Cimahi, Jawa Barat, dianggap tidak kooperatif dalam penentuan opname hasil rehabilitasi sekolah. 

Karenanya, Disdikbud akan melakukan pemutusan sepihak hasil opname lantaran sudah geram dan habis kesabaran.

"Cara Jawanya, wes ilang kesabaranku dengan CV Amelia Rahman, karena kami sudah undang tidak datang, di-WA tidak membalas, dan ditelpon tidak diangkat,

untuk itu pak Yulianto selaku pengguna anggaran akan memutus sepihak bersama dengan tim teknis dan konsultan," tuturnya, Kamis (3/3/2022).

Lebih lanjut, menurutnya keputusan sepihak itu sudah sesuai aturan, mereka juga sudah melakukan konsultasi dengan pihak terkait.

Selanjutnya, hasil opname terhadap progres rehabilitasi dipastikan tidak ada kenaikan. 

Namun, malah dimungkinkan ada penurunan persentase progres.

Pengerjaan yang bisa merusak struktur bangunan lain tidak dihitung, seperti pembongkaran atap, namun tidak berhasil melakukan pemasangan 

Hingga saat ini, Disdikbud belum bisa menyebutkan persentase pengerjaan proyek rehabilitasi di lima sekolah tersebut. 

Selain itu, pihaknya juga keberatan melakukan pembayaran untuk pengerjaan SDN Wonosegoro 2.

Sekalipun ada kegiatan yang dikerjakan, tapi tetap keberatan karena dari segi aspek manfaatnya tidak ada sama sekali bahkan mengancam kerusakan bangunan.

"Secara perhitungan, seharusnya mereka yang membayar karena kerugian, baik materiel dan imateriel, bisa lihat sendiri, anak-anak pembelajarannya harus diungsikan hingga saat ini," pungkasnya.(din)

Baca juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Semarang Sudah Tembus 131 Kasus, Data Sejak Januari 2022

Baca juga: Hendi Minta Tak Ada Penumpukan Pengunjung Saat Museum Kota Lama Semarang Buka

Baca juga: Kronologi Mendebarkan Perampokan Duit Ratusan Juta Milik Bos Elektronik Depok Jelang Subuh

Baca juga: Karma Selingkuh Istri Adipati Agung, Ngaku Kena Tumor Saat Hamil, Mati Menyakitkan di Akhir Hayatnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved