Berita Banjarnegara

Jual Beli Argumen di Sidang Kasus Korupsi Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara: Ada Boneka Tandatangan

Sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara yang melibatkan Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono kembali digelar

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah saksi dihadirkan dalam persidangan kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara, mereka disumpah sebelum persidangan dimulai di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, Selasa (8/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara yang melibatkan Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono kembali digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (8/3/2022).

Dalam persidangan sejumlah bukti yang keterkaitan dengan kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR dibuka oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bukti dari JPU merupakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski sejumlah bukti telah dikuak, namun sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara berjalan alot.

Terjadi jual beli argumen dari JPU dan penasihat hukum, terkait keterangan saksi yang tidak sesuai dengan BAP penyidik.

Hal tersebut membuat persidangan berjalan hampir 6 jam, dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.50 WIB.

Dalam persidangan juga dihadirkan empat saksi, yaitu Eman Setiawan, General Super Intenden PT Sutikno TK, dan Budi Warman, Project Manager PT Buton Tirto Baskoro.

Selain dua saksi, Tri Mardiyanto yang menjabat sebagai Direktur PT Buton Tirto Baskoro pada 2018 hingga 2019, serta saksi lainya yaitu Afton Syaifudin, staf di PT Bumi Rejo yang sempat menjabat Direktur PT Buton Tirto Baskoro pada 2008 hingga 2014.

Meski berjalan alot namun beberapa fakta sempat diucapkan oleh sejumlah saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

Jika dalam sidang pekan lalu terungkap adanya supir di PT Bumi Rejo yang dijadikan direktur di anak perusahaan PT Bumi Rejo.

Kini staf dijadikan sebagai direktur di anak perusahaan PT Bumi Rejo perusahaan milik terdakwa Budhi Sarwono.

Satu di antaranya adalah Afton Syaifudin, yang sempat dijadikan direktur di PT Buton Tirto Baskoro.

Meski menjadi direktur namun Afron hanya sebagai boneka untuk menandatangani kontrak jika ada proyek.

"Awalnya saya hanya staf umum, dan dijadikan direktur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved