Berita Video
Video Operasi Pasar Minyak Goreng di Ungaran, Warga Ada yang Dapat Tujuh Kupon
Operasi pasar minyak goreng selalu ditunggu oleh warga, karena harga lebih murah.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berikut ini video operasi pasar minyak goreng di Ungaran, warga ada yang dapat tujuh kupon.
Operasi pasar minyak goreng selalu ditunggu oleh warga. Hal itu, karena dari segi harga lebih murah ketimbang harga yang dijual di pasaran.
Warga harus mengantre kupon sebelum beli minyak goreng saat operasi pasar. Namun, juga tak sedikit warga yang membawa sanak saudara untuk mendapatkan kupon yang lebih banyak.
Seperti Arni, wanita berusia 57 tahun warga Langensari, Ungatan Barat, Kabupaten Semarang yang ikut dalam Operasi pasar minyak goreng, di Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (8/3/2022).
Karena dalam kesempatan itu, ia berhasil mengumpulkan tujuh kupon untuk ditukarkan menjadi minyak goreng berkemasan 1 liter dengan harga Rp 14 ribu.
"Aku dapat tujuh kupon, nanti bareng saudara-saudara. Suami sudah pulang, itu juga saudara mau pulang," terangnya.
Meski begitu, ia sebelumnya rela berangkat dari rumahnya jam 05.00 subuh untuk ikut mengantri dan sekalian berjualan jajanan gorengan, seperti risoles, tahu petis, arem-arem dan lainnya.
Untuk mengatasi kelangkaan minyak saat ini, ia bahkan rela untuk mencari pasar-pasar yang sedang operasi pasar.
"Ya sampai rela ngantri seperti ini, cari-cari mana yang ada, mahalpun dibeli kalau butuh," katanya.
"Tapi kalau ada gini kan (operasi pasar) bahagia sekali," sambungnya.
Sementara itu, pengantre minyak goreng lainnya, Ibu Teja, mengaku saat ini masih susah dapatkan minyak goreng.
"Masih susah mas, ga pernah gorengin saya masak tak bacem. Tempe bacem, tahu juga tak bacem," katanya.
"Saya dapat satu kupon, kalau bisa dua saya juga mau," tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang Heru Cahyono mengungkapkan operasi pasar minyak goreng diselenggarakan di sembilan pasar tradisional.
"Total ada 4.800 liter yang kami sebar di pasar Bandarjo, Babadan, Karangjati, Bandungan, Sumowono, Bringin, Projo, Suruh, dan Kembangsari," jelasnya.
Heru mengungkapkan pasokan minyak goreng tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Bulan ini Pemkab Semarang sudah dapat dua kali alokasi. Setelah dapat, langsung didistribusikan ke masyarakat melalui pasar-pasar tradisional," ungkapnya. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: