Guru Berkarya
Mengoptimalkan Peembelajaran Descriptive Text Melalui Media Pak Diman
Pembelajaran yang kreatif, menarik, dan menyenangkan dapat memicu antusias, dan semangat siswa.
Oleh: Urip Tanggoro MPd, Guru SMPN 2 Tonjong Kab Brebes
PEMBELAJARAN yang kreatif, menarik, dan menyenangkan adalah manakala guru mengajar dengan menggunakan pendekatan, metode, strategi, teknik, dan juga menggunakan media pembelajaran yang tepat. Pembelajaran yang kreatif, menarik, dan menyenangkan dapat memicu antusias, dan semangat siswa. Di samping itu, guru juga bisa memunculkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Mulai dari permainan-permainan tradisional sampai penggunaan teknologi atau bahkan pemanfaatan barang-barang bekas serta tingkah laku siswa yang bisa di adopsi sebagai media pembelajaran.
Salah satu kompetensi pembelajaran bahasa Inggris khususnya di tingkat sekolah menengah pertama adalah materi tentang cara mendeskripsikan orang, binatang, tempat atau benda lainnya. Materi ini sering kita sebuat sebagai Descriptive Text. Descriptive text adalah salah satu jenis teks Bahasa Inggris yang di dalamnya memuat deskripsi atau gambaran detail tentang suatu obyek. Dirgeyasa (2017) menjelaskan bahwa deskripstif teks adalah teks yang digunakan untuk mendeskripsikan orang, tempat atau benda sedemikian rupa sehingga gambaran terbentuk di pikiran pembaca.
Pada materi deskriptif teks, siswa dituntut untuk menggambarkan benda-benda tersebut dengan kata-kata dan kalimat-kalimat secara rinci sehingga orang lain akan mengerti tentang benda yang dijelaskan tanpa melihat benda tersebut. permasalahan yang timbul dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya materi sederhana tentang Descriptive Text dari dua sisi yaitu dari siswa dan dari guru. Kemampuan individu yang berbeda faktor dari siswa. Sedangkan faktor dari guru salah satunya adalah rendahnya kemampuan pemanfaatan media pembelajaran. sebagai guru, penulis menggunakan media PAK DIMAN untuk meningkatkan kompetensi Descriptive Text siswa SMP Negeri 2 Tonjong Kabupaten Brebes. Media Pembelajaran inovasi ini menggabungkan penggunaan antara media digital dan media manual. Media ini dinamai PAK DIMAN yaitu akronim dari Permainan Aktif dan Kreatif Digital Manual.
Perangkat digital yang digunakan untuk membuat media ini adalah aplikasi Power Point. Aplikasi ini digunakan untuk merancang daftar pertanyaan berdasarkan nomor gambar yang terpilih secara acak pada media manual. Media ini dilengkapi dengan tombol-tombol angka dari nomor satu sampai duabelas yang bisa diklik ketika pada alat permainan manual sudah terpilih pada salah satu gambar. Kemudian akan muncul daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh pemain.
Sedangkan perangkat manual dirancang dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita diantaranya motoran listrik untuk pemutar jarum pada media, kabel USB untuk dihubungkan dengan laptop atau komputer, tombol on dan off untuk menghidupkan dan mematikan jarum, serta kayu tripleks berbentuk bulat yang ditempel kertas sticker yang berisi gambar-gambar yang akan dideskripsikan. Cara mengoperasikan media PAK DIMAN adalah, nyalakan laptop atau komputer, hubungkan kabel USB pada laptop atau komputer, pilih menu Power Point pada laptop atau komputer, dan buka file media digital yang sudah dirancang.
Sedangkan cara memainkannya adalah, siswa membentuk kelompok yang terdiri dari empat anggota. Masing-masing kelompok menghadapi satu set media PAK DIMAN. Tiap kelompok menentukan urutan pemain dan pemain pertama memainkan serta menentukan gambar terpilih. Klik tombol yang ada di media manual untuk memilih nomor gambar yang tersedia. Setelah itu, gambar harus dideskripsikan dengan cara menjawab pertanyaan yang tersedia pada power point sebagai media digitalnya sesuai gambar yang terpilih.
Pemain kedua melakukan hal yang sama seperti pemain pertama dan seterusnya sampai semua pemain mendapat glirannya. Hasil jawaban para pemain melalui pertanyaan-pertanyaan yang tersedia tersusun teks yang mendeskripsikan tentang sesuatu dalam bentuk Descriptive Text. Penerapan media ini ternyata sangat mempengaruhi motivasi dan semngat siswa. Siswa antusias dalam setiap tahapan pembelajaran. (*)