Bea Cukai Tanjung Emas

Sinergi Pengungkapan Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekusor oleh Bea Cukai dan Polri

Anton Martin mengungkapkan “atas temuan tersebut dilakukan controlled delivery oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah”.

Editor: abduh imanulhaq
BEA CUKAI TANJUNG EMAS
Sinergi Pengungkapan Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekusor (NPP) oleh Bea Cukai, dan Polri 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Ungkap penyelundupan narkotika barang kiriman dari Malaysia, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil gagalkan upaya penyelundupan +- 4.660,6 gram Methampetamine (sabu) melalui barang kiriman PT. JKS Logistik Indonesia dengan modus dimasukkan dalam false compartment, 15 Februari 2022.

“Penindakan narkotika jenis sabu melalui barang kiriman dari Malaysia menuju Malang Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini, merupakan hasil sinergi dari bersama tim gabungan Tim K9 Direktorat Interdiksi Narkotika, Tim K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Tim CNT Kanwil Jateng DIY dan CNT KPPBC TMP Tanjung Emas serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Kronologi kejadian dimulai pada Selasa (15/02/2022), dilakukan pembongkaran barang berupa Barang Kiriman dari Malaysia di Gudang PT JKS Logistik Indonesia.

Tim K9 Direktorat  Interdiksi Narkotika dan Tim K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY melakukan pelacakan terhadap barang kiriman asal Malaysia tersebut.

Berdasarkan respon K-9 pada koli tertentu, dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap koli dimaksud dan didapati barang berupa kristal putih bening yang dimasukkan di dalam 5 daun jendela (kayu) dengan berat bruto +/- 4.660,6 gram bersama barang lainnya berupa makanan pakaian dan lainnya.

Dari hasil pemeriksaan mendalam tersebut dilakukan pengujian dengan narkotest dengan hasil diduga narkotika.

Kemudian ditindaklakuti dengan pengujian sample pada Laboratorium BLBC KPPBC TMP Tanjung Emas kedapatan positif narkotika golongan I dengan jenis Metamphetamine (sabu).

Anton Martin mengungkapkan, “Atas temuan tersebut dilakukan controlled delivery oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah”.

“Para tersangka yang ditangkap oleh Polda Jateng itu dijerat Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman penjaranya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati,” terang Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Penggagalan penyelundupan Methampetamine (sabu) melalui barang kiriman ini diperkirakan serta menyelamatkan ribuan anak bangsa nyawa dengan asumsi 1 gramnya di konsumsi oleh 4-5 orang.

“Bea Cukai akan memastikan barang yang masuk wilayah Indonesia aman dan sesuai prosedur yang berlaku, penyelundupan narkotika ini adalah masalah serius yang menjadi perhatian bersama. Selain sinergi dengan instansi terkait kami selalu tingkatkan pengawasan sebagai preventif masuknya barang serupa ke Indonesia,” imbuh Anton. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved