Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pedagang Ikan Geser ke Pasar Johar Selatan

Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Ali Sofyan mengatakan, beberapa pedagang yang dulunya menempati Johar Tengah lan

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Suasana Pasar Johar usai diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (6/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan melanjutkan penataan pedagang Pasar Johar.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan bersama Satpol PP telah menata pedagang pecah belah dan konveksi di Johar Utara dan Johar Tengah. Penataan akan dilanjutkan di Johar Selatan dan Pasar Kanjengan.

Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Ali Sofyan mengatakan, beberapa pedagang yang dulunya menempati Johar Tengah lantai 2 digeser ke Johar Selatan karena menyesuaikan zonasi dagangan, antara lain pedagang ikan dan daging.

Kelompok pedagang ikan dan daging awalnya menempati Johar Tengah lantai 2. Namun, keberadaannya diprotes pedagang konveksi yang berada di lantai 1. Sehingga, mereka digeser ke Johar Selatan lantai 2.

"Kelompok pedagang ikan dan daging yang berada di Johar Tengah lantai 2 telah digeser ke Johar Selatan lantai 2," kata Ali, Minggu (13/3).

Sedangkan los daging yang berada di Johar Tengah lantai 2, sambung dia, rencananya bakal ditempati pedagang kuliner yang sebelumnya menempati lantai 1. Kemudian, kelompok pedagang buku yang sebelumnya berada di Johar Utara lantai 2 akan disatukan di Pasar Kanjengan lantai 2 dan 3.

"Prioritas utama tetap di Pasar Kanjengan lantai 2 dulu. Kalau tidak muat maka sisanya ditaruh di lantai 3," sambungnya.

Dia menyebut, terdapat 77 pedagang buku di Johar. Hanya saja, jumlah itu dimungkinkan bertambah lantaran masih proses pendataan. Pihaknya memperkirakan ada sekitar 80 pedagang buku.

Selain kelompok pedagang ikan dan daging serta buku, Pemerintah Kota Semarang masih memiliki pekerjaan untuk menata kelompok pedagang emas. Ada 32 pedagang emas yang mulanya ditempatkan di Pasar Kanjengan lantai 4.

Namun, penataan ini dipertimbangkan kembali karena rata-rata pedagang memiliki brangkas minimal sampai dua ton. Kemudian, pihaknya memutuskan untuk menata mereka di lantai 1 dan 2.

"Ada kekhawatiran beban mencapai 64 ton brankas berada di lantai 4, struktur bangunan akan rawan atau tidak mampu menahannya. Jadi, ini merupakan langkah antisipasi," jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Ali, Pasar Kanjengan akan ditempati kelompok pedagang emas, buku, bumbon, batu akik. Dia berharap para pedagang bisa menempati lapaknya sebelum Ramadan. Beberapa lapak di Pasar Kanjengan pun telah ditempati pedagang.

Namun, tak dipungkiri masih banyak pula lapak yang kosong.

Pedagang bumbon, Narmi mengatakan, telah berjualan sejak sepekan yang lalu di Pasar Kanjengan.

Hingga kini, diakuinya, belum ada pembeli yang masuk. Dia memaklumi lantaran masih segelintir pedagang yang menempati lapak. Dia berharap, Pasar Kanjengan bisa segera ditempati dan bergeliat.

"Belum ada yang beli. Nanti kalau yang jualan sudah disini semya semoga ramai," ucapnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved