Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Tolak Rencana Relokasi, Ratusan PKL Pasar Ajibarang Datangi Kantor DPRD Banyumas

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas mendatangi pimpinan Dewan Kabupaten Banyumas

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, saat mendatangi pimpinan Dewan Kabupaten Banyumas, karena menolak rencana relokasi, Senin (14/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas mendatangi pimpinan Dewan Kabupaten Banyumas, Senin (14/3/2022).

Mereka ingin menyampaikan aspirasi terkait rencana relokasi ratusan PKL di depan Pasar Ajibarang.

Mereka datang rombongan menggunakan delapan bus dan memasuki ruang rapat paripurna dewan.

Koordinator PKL Ajibarang, Waryanto mengatakan, audiensi ini dilakukan lantaran para pedagang belum direlokasi.

Baca juga: Warga Kota Tegal Heboh Kabut Menyelimuti Kota Selama 4 Jam, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Suporter Persib Bandung Ramai-ramai Kirim Doa ke Arema FC Jelang Laga Kontra Bali United

Hal ini dikarenakan belum ada tempat yang memadai dan layak bagi para PKL.

Mereka menganggap masih memegang surat hasil kesepakatan antara Paguyuban PKL dengan Wakil Bupati Banyumas dan Kabid Pasar.

"Surat kesepakatan itu isinya PKL masih bisa menempati jalur hijau ketika tempat yang baru belum disediakan oleh dinas," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (14/3/2022) di Pendopo Si Panji, Purwokerto.

Para PKL yang sudah sekira sembilan tahun menempati area hijau di depan Pasar Ajibarang rencananya akan dipindah ke lorong dekat pasar.

"Kalau ke lorong malah nanti mengganggu lalu lintas yang lalu-lalang ke pasar.

Pasalnya saat ini ada sekitar 200 an PKL," jelasnya.

Menjelang bulan Ramadhan, PKL sangat mengharapkan masih bisanya berdagang di jalur hijau dan di depan toko.

Karena keuntungan dagang yang cukup baik ada di bulan ramadhan atau pada saat sebelum lebaran.

Seorang PKL, Muhajir mengatakan lokasi relokasi yang berada di lorong adalah pilihan yang kurang tepat karena lokasinya yang sempit dan bukan diperuntukkan berdagang.

"Itu lokasinya sudah sempit lebar 4 meter, 1.5 meter untuk jalan, terus dibagi nantinya dibagi dua jadi sangat sempit.

Intinya kita tidak mau direlokasi sebelum tempat baru sudah siap.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved