Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

3 Potret Robot dari Onderdil Bekas Karya Pemuda Asal Tegal, Nilai Jual Tembus Puluhan Juta

Suka bermain robot sejak kecil ditambah memiliki cita-cita ingin menjadi perancang robot canggih.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Umar Mustofa (topi hitam), menunjukkan salah satu karyanya. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Suka bermain robot sejak kecil ditambah memiliki cita-cita ingin menjadi perancang robot canggih, membuat pemuda asal Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, bernama Umar Mustofa (30), menciptakan beragam robot keren dari barang bekas.

Tidak asal barang bekas yang digunakan, tapi Umar memanfaatkan onderdil otomotif dan elektronik bekas yang kemudian ia olah menjadi karya seni yang sangat menakjubkan. 

Umar mengatakan, untuk bahan baku utama pembuatan robot-robotnya ia peroleh dari tempat rongsokan dan bengkel-bengkel di area Kota Tegal.

Daftar 34 Afiliator di Indonesia Selain Doni Salamanan dan Indra Kenz

Baca juga: Membongkar Isi Tenda Jokowi saat Kemping di Titik Nol IKN, Cuma Ada Indomie? Intip Foto Eksklusifnya

Baca juga: Misteri Motor dan Uang Tak Bertuan di Jembatan Progo Bantul Belum Terpecahkan, Polisi Mencari Saksi

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok di Bawah Rp 1 Juta Per Gram

Sedangkan untuk miniatur robot yang sudah berhasil Umar ciptakan di antaranya predator, transformers, robocop, iron man, termasuk miniatur robot sesuai imajinasi Umar yang tentunya tidak kalah keren dengan jenis lainnya. 

"Saya dari kecil memang sudah suka main robot dan tertarik merakit robot. Kenapa memilih bahan baku onderdil motor atau pun mobil bekas karena menurut saya ketika dirakit menjadi robot terlihat lebih menarik, bagus, mudah, dan memang masuk dibuat robot. Kalau bahan baku sendiri kebetulan kami sudah ada langganan di Kota Tegal dan lain-lain," ungkap Umar, pada Tribunjateng.com, Selasa (15/3/2022).

Umar Mustofa (topi hitam), menunjukkan salah satu karyanya.
Umar Mustofa (topi hitam), menunjukkan salah satu karyanya. (Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika)

Ditanya mengenai kendala atau kesulitan yang dihadapi sejauh ini, Umar mengaku selagi bahan baku masih tersedia maka tidak ada kendala yang bearti.

Sehingga, mencari bahan baku memang menjadi kendala utama bagi Umar yang selama proses produksi dibantu setidaknya satu atau dua orang karyawan.

Sedangkan untuk pemasarannya sendiri, Umar memanfaatkan sosial media seperti instagram, youtube, dan juga online shop. 

"Kalau bahan tidak lengkap, berpengaruh terhadap ide dan imajinasi saya yang terhambat. Tapi kalau bahan bakunya lengkap imajinasi saya jalan sehingga proses pembuatan robot juga lancar," ungkapnya.

Adapun ukuran robot yang diciptakan oleh pemuda lulusan Aliyah Alhikmah 2 Benda Sirampog Brebes ini bervariasi, tapi ukuran paling besar yaitu 2-4 meter dan sampai saat ini sudah ada 20 robot yang berhasil diciptakan.

Untuk ukuran besar tema yang dipilih yaitu terminator, transformers, atau yang biasa ada ditayangan televisi.

Sementara penjualannya sendiri, untuk di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Lombok, Sumatera, Lampung, Bogor, dan lain-lain. 

Bahkan ada orang dari Perancis yang tertarik dengan robot buatan Umar dan rencananya akan melakukan survei terlebih dahulu. 

"Kalau yang sedang saya kerjakan ini pesanan dari customer asal Bali. Pemesan ingin dibuatkan robot perempuan yang memiliki paras cantik dan ini masih dalam proses pengerjaan," tuturnya.

Umar Mustofa (topi hitam), menunjukkan salah satu karya robot buatannya yang masih dalam proses pengerjaan. Robot perempuan tersebut merupakan pesanan dari customer asal Bali dengan harga mencapai Rp 50 juta lebih. 
Umar Mustofa (topi hitam), menunjukkan salah satu karya robot buatannya yang masih dalam proses pengerjaan. Robot perempuan tersebut merupakan pesanan dari customer asal Bali dengan harga mencapai Rp 50 juta lebih.  (Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika)

Dikatakan, seiring robot buatan Umar semakin dikenal dan mempunyai nilai jual, setidaknya dalam waktu sebulan empat sampai lima robot bisa terjual dengan harga bervariasi bergantung kerumitan dan ukuran robot.

Baca juga: Banjir Melanda 6 RT di Desa Pandak Banyumas, Warga: Ini yang Terparah

Baca juga: 3 Lokasi Mistis di Pekalongan: Gedung Bakorwil Hingga GOR Jetayu, Warga Pernah Lihat Gadis Belanda

Baca juga: Not Pianika Dari Sabang Sampai Merauke Berjajar Pulau Pulau

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved