Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

IDI Sukoharjo Buka Suara Terkait Sosok Dokter Sunardi Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88

Penembakan seorang dokter, Sunardi, karena diduga terlibat aksi terorisme menjadi perhatian publik.

Tayang:
(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
Penampakan lokasi praktek SU sebagai dokter umum dirumahnya yang beralamat di Desa Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM - Penembakan seorang dokter, Sunardi, karena diduga terlibat aksi terorisme menjadi perhatian publik.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, merespons kabar tersebut.

Diketahui penembakan terjadi di Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2022), pukul 21.15 WIB.

Baca juga: Ini Alasan Densus 88 Menembak Mati Terduga Teroris Sukoharjo Dokter Sunardi

Terkait hal itu, Ketua IDI Sukoharjo Arif Budi Satria mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak berwajib.

"Kemarin kami mewakili IDI Cabang Sukoharjo, saya bersama wakil kami, ketemu dengan Kapolres bersama dengan Densus 88."

"Kami memang menanyakan, tapi tidak spesifik pada pribadi beliau (Sunardi) kami lebih melihat bagaimana ke depan lagi."

"Kami fokus pada profesi, kami mengadvokasi agar tidak terjadi distorsi. Tadi juga telah dijelaskan oleh kepolisian bahwa terorisme tidak identik dengan profesi," jelas Arif dikutip dalam Kompas Tv, Minggu (13/3/2022).

Sosok dr. Sunardi 

Sementara itu, terkait dengan kedekatannya dengan Sunardi, Arif mengatakan bahwa pihaknya tidak mengenal secara pribadi.

Pasalnya jumlah anggota IDI di Sukoharjo berjumlah 600 orang.

 
"Jadi saya tidak mengenal beliau secara pribadi, karena di Sukoharjo anggota kami ada 600 (orang).

"Sehingga, kami hanya mengenal beliau secara umum. Beliau (khususnya) di daerah Sukoharjo dikenal sebagai dokter sosial.

"Beliau ini kan statusnya masih aktif, beliau aktif dalam mengurus administrasi (IDI)," jelas Arif.

Terkait dengan peran IDI Sukoharjo kepada para anggotanya, Arif menyebut akan terus menekankan anggotanya untuk tidak terpengaruh dengan kepentingan lain.

Baik itu pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan hingga partai politik.

"(Sumpah Dokter) yang nomor 9 itu 'Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita'."

"Kemudian yang ke 12 'Saya akan mentaati dan mengamalkan kode etik kedokteran Indonesia yang berdasarkan Pancasila'," jelas arif.

"Jadi, ketika kami (melakukan sumpah) saat menjadi dokter artinya (Sumpah tersebut) menempel di kami."

"Perkara kegiatan-kegiatan yang lain itu kembali masing-masing," jelas Arif.

Polda Jateng Angkat Bicara

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy menjelaskan kabar tentang kasus dokter Sunardi yang baru-baru ini mendapatkan perhatian publik. 

Pasalnya, Sunardi tewas ditembak Densus 88 Anti Teror, Rabu (9/3/2022).

Iqbal menyebut bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan sebuah profesi.

Bukan hanya dokter, tersangka kasus terorisme yang merupakan seorang polwan pun juga pernah ada.

"Terkait dengan kasus yang kemarin, dr Sunardi. Hal (terorisme) tersebut tidak ada hubungannya dengan profesi."

"Di bawah terorisme itu (bisa saja) merambah ke semua lini."

"Bukan hanya profesi dokter, tapi juga profesi lain juga ada."

"Bahkan dari pihak kepolisian pun juga ada, seperti kasusnya polwan kemarin, dan ada banyak (contohnya) lagi."

"Itu yang harus menjadi tugas kita bersama bahwa terorisme sudah merambah ke semua lini, semua lapisan masyarakat," terang Iqbal dikutip dari tayangan Kompas Tv, Minggu (13/3/2022).

Respon Aktivis 

Kasus penembakan ini mengundang respon masyarakat, tak terkecuali Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia Ginka Ginting.

Menurut Ginka, Densus 88 pasti sudah melalui SOP dan memiliki alasan yang kuat sehingga harus menembak S.

"Penembakan yang mengakibatkan meninggalnya korban yang diduga teroris itu bukan tanpa alasan jelas."

"Pasti berdasarkan data yang dimiliki oleh Densus 88 seperti apa yang diungkapan oleh Divisi Penerangan Humas Mabes Polri," kata Ginka dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (13/3/2022).

Untuk itu, Ginka meminta masyarakat untuk tetap netral dan tidak memberikan penilaian yang berujung pada kesalahan persepsi.

"Sehingga muncul presepsi yang berbeda dikalangan masyarakat, hingga membuat kecemasan dan juga salah tafsir atas kejadian tersebut," sambung Ginka. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kata IDI Sukoharjo terkait Sosok Dokter Sunardi, Terduga Teroris yang Tewas Ditembak Densus 88

Baca juga: Klarifikasi Polri: Dokter Sunardi yang Ditembak Densus 88 di Sukoharjo Berstatus Tersangka Terorisme

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved