Program PINTAR
Siapkan 3 Daerah Gemilang, Tanoto Foundation & SDGs Center UNDIP Bermitra
Tanoto Foundation bersama SDGs Center Universitas Diponegoro menyelenggarakan Kick Off Meeting Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs).
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanoto Foundation bersama SDGs Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan Kick Off Meeting Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam penyusunan kebijakan pendidikan.
Diselenggarakan secara daring, kegiatan ini turut mengundang Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jawa Tengah Edi Wahyono, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation M. Ari Widowati, Tim SDGs UNDIP Center Prof. Denny Nugroho Sugianto dan Dessy Ariyanti, serta tim SDGs tiga daerah mitra Tanoto Foundation, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Dr. Nurkolis, M.M. selaku Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah mengatakan penyelenggaraan kegiatan dilatarbelakangi peran Tanoto Foundation sebagai mitra pemerintah telah mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data driven) dan memberikan dampak dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Oleh karena itu, sejalan dengan peran tersebut serta visi misi Tanoto Foundation untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan, dukungan akan diberikan dalam percepatan implementasi “Digitalisasi Pendidikan” melalui peningkatan kapasitas guru menggunakan teknologi pembelajaran.
Untuk merealisasikannya, dilakukanlah kegiatan kemitraan ini dengan menggandeng SDGs Center UNDIP dengan output draft rekomendasi kebijakan dan draft final dokumen kebijakan terkait SDGs / tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB).
Sebagai narasumber, Edi Wahyono menyebutkan bahwa telah ada 16 kabupaten/kota. di Jawa Tengah yang sudah membuat RAD SDGs.
Dalam konteks perencanaan pembangunan pencapaian TPB diintegrasikan dalam dokumen perencanaan nasional dan daerah.
Kemudian dijadikan pedoman dalam penyusunan kebijakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten/kota.
Pada kesempatan tersebut, Edi mengapresiasi Tanoto Foundation yang telah memilih tiga daerah mitra (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, & Kabupaten Tegal) dengan alasan tepat.
Pasalnya, dalam hal prevalensi stunting Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), Angka Partisipasi Sekolah (APS), dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), ketiga daerah terpilih memiliki nilai berbeda yang dapat mewakili kategori yang sesuai kriteria.
Berkenaan dengan ATS, Edi mengatakan bahwa telah disusun kebijakan dalam menurunkan angka ATS.
Selanjutnya, Edi berharap hasil diskusi Tanoto Foundation dengan SDGs Center dapat berfokus pada penemuan solusi permasalahan pendidikan lainnya.
“Selain itu, saya juga berharap kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dapat membuat kebijakan pendidikan yang inovatif dengan pendekatan TPB/SDGs berdasarkan kondisi wilayah masing-masing,” ungkap Edi.
Kebijakan pendidikan yang nantinya disusun, diharap dapat mengarah pada pemulihan pasca Covid-19 yang sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional.
Contoh masalah pendidikan yang harus diatasi adalah Anak Tidak Sekolah (ATS), rata-rata lama sekolah, dan harapan lama sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kick-off-meeting-pengarusutamaan-sdgs-dalam-penyusunan-kebijakan-pendidikan_a1.jpg)