Breaking News
Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Ada Pedang Samber Nyowo di Komplek Masjid Agung Demak, Punya Siapa?

Masjid Agung Demak menjadi satu di antara tempat paling ikonik di Kabupaten Demak.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Pemred Tribun Jateng, Erwin Ardian, mewawancara petugas Museum Masjid Agung Demak, Khusni Mubarok, terkait benda-benda peninggalan Wali Songo di Museum Masjid Agung Demak, Senin (21/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Masjid Agung Demak menjadi satu di antara tempat paling ikonik di Kabupaten Demak atau Kota Wali.

Masjid tersebut tak hanya menjadi tempat beribadah dan destinasi para peziarah untuk menyambangi makam para raja terdahulu, termasuk makam raja pertama Kesultanan Demak, Raden Patah, namun juga terdapat museum yang menyimpan benda-benda bernilai sejarah.

Berbagai koleksi bersejarah terkait Masjid Agung Demak, termasuk benda-benda peninggalan Wali Songo, tertata rapi dan terawat di sana.

Salah satu yang bernilai sejarah tinggi yakni Alap-alap Samber Nyowo.

Alap-alap Samber Nyowo merupakan pedang yang dalam catatannya tertulis asal muasalnya dari Sunan Kudus.

Pedang itu tersimpan rapi di dalam kotak kaca bersama dengan tongkat kayu telentang sejak tahun 1597 Masehi dan dua buah paku Masjid Demak sejak tahun 1615 Masehi.

Pedang tersebut kemudian diserahkan ke berbagai tokoh, misalnya Panembahan Palembang, KH Zaenal Abidin, KH Marwan, H Sanusi, dan lainnya hingga akhirnya tersimpan di Masjid Agung Demak pada 26 Agustus 2003 lalu.

Benda lain paling mencolok yaitu peninggalan Wali Songo yang begitu populer, adalah bagian-bagian dari saka guru atau tiang utama penyangga bangunan Masjid Agung Demak yang asli.

Saka guru yang disimpan dalam kotak kaca itu berjumlah empat tiang berbahan kayu jati.
Tiga di antaranya berukuran setinggi tujuh meter.

“Yang berada di dalam museum adalah bekas saka guru bagian bawah setelah renovasi pada 1982 lalu. Jadi yang tujuh meter ke bawah (di dalam Masjid Agung Demak) sudah diganti.

Sedangkan yang 10 meter ke atasnya saat ini masih asli di dalam Masjid Agung Demak,” ujar seorang petugas di Museum Masjid Agung Demak, Khusni Mubarok, Senin (21/3/2022).

Masing-masing saka guru tersebut disusun oleh empat anggota Wali Songo pada zamannya, yaitu Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga dengan saka tatalnya.

Serbuk-serbuk kayu dari keempat saka guru tersebut juga disimpan di dalam gelas yang masing-masingnya tertulis nama para sunan.

Koleksi peninggalan sejarah lainnya yang tak kalah menarik perhatian yaitu Pintu Bledeg.

Pintu Bledeg dulunya menjadi pintu utama Masjid Agung Demak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved