Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Antok Kesal Minyak Goreng Curah di Kudus Langka

Minyak goreng curah di Kudus beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan. Kelangkaan ini terjadi saat minyak goreng kemasan HET-nya dicabut pemerintah

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Minyak goreng curah di Kudus beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan. Kelangkaan ini terjadi saat minyak goreng kemasan HET-nya dicabut pemerintah pusat.

Kelangkaan minyak goreng curah ini membuat sejumlah warga pusing tujuh keliling. Terutama warga yang memiliki usaha kecil, misalnya saja Antok (41), warga Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kudus.

Dengan mengendarai sepeda motor, Antok keliling Kota Kudus pada Selasa (22/3/2022) untuk mencari minyak goreng curah.

Sampai pada siang hari, usaha Antok tidak berhasil. Dua jeriken yang diapit antara setang dan jok motornya itu tak berhasil terisi minyak goreng curah bahkan setetes pun.

Semua toko kelontong besar maupun kecil yang biasa menjual minyak goreng curah yang didatanginya saat ini semuanya kosong.

"Beberapa hari ini langka. Tidak kebagian," ujar Antok dengan nada kesal saat ditemui di Jalan Nuri Kelurahan Wergu Kulon, Kudus.

Antok memang sangat butuh minyak goreng curah untuk keperluan usaha kerupuk.

Sedangkan saat ini stok minyak goreng di rumah sudah habis. Antok tidak tahu harus berbuat apa, dia mengaku terpaksa harus libur menggoreng kerupuk karena minyak goreng curah tidak kunjung tersedia di pasaran.

Dia mengaku tetap mau membeli ketika minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 18 ribu per kilogramnya.

Dengan harga segitu dia masih mendapat untung dari usaha kecil yang dijalankannya.

"Tapi kalau gak ada (minyak goreng curah) yang bikin pusing. Di rumah habis. Toko-toko keliling satu kota tidak ada. Usahanya (kerupuk) ini libur tidak goreng," tandas Antok.

Sebelum-sebelumnya Antok bisa pakai minyak goreng curah atau kemasan untuk usaha kerupuknya.

Pasalnya sebelum terjadi kelangkaan, kedua jenis minyak goreng tersebut selisih harganya tidak terpaut jauh. Sementara saat ini minyak goreng kemasan di Kudus rata-rata di angka Rp 25 ribu per liter.

Antok tidak bisa berbuat banyak selain berharap kepada pemerintah supaya segera menyelesaikan masalah minyak goreng.

Sementara dari pantauan Tribunmuria.com di toko kelontong yang biasa menjual minyak goreng curah di Gang IVJalan Nuri Kudus minyak goreng curah tidak tersedia.

Di situ sudah menumpuk antrean jeriken dari sejumlah calon pembeli minyak goreng curah. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa toko kelontong besar di sekitar wilayah tersebut.

Pemilik toko kelontong, Beny, mengatakan, tokonya belum mendapat kiriman minyak goreng curah dari distributor di Semarang setelah pemerintah mencabut HET minyak goreng kemasan. Terhitung sejak sepekan yang lalu kiriman belum ada.

Biasanya, kata Beny, dalam sepekan tokonya dua kali dikirim minyak goreng curah. Setiap kali kirim menggunakan truk tangki kapasitas 5 ribu liter.

"Ini belum tahu kapan mau dikirim lagi," kata dia.

Berhubung banyak warga yang datang ingin membeli minyak goreng curah di tokonya, Beny sampai menulis menulis di kertas yang ditempel di tokonya. Bunyi tulisannya: minyak curah kosong. Belum tahu datang kapan. (*)

Baca juga: BREAKING NEWS : Pelaku Pembunuhan Sadis yang Mutilasi Organ Vital dan Payudara di Tegal Ditangkap

Baca juga: Bak Atlantis Dua Dukuh di Pesisir Demak Hilang Ditelan Lautan Termasuk Masjid dan Sekolah

Baca juga: Hasil Uji Coba Timnas U19 Indonesia Vs Yeungnam University, Anak Asuh Shin Tae-yong Dibantai

Baca juga: Kondisi 2 Anak Korban Percobaan Pembunuhan Ibu di Brebes Membaik, Ditangani Beberapa Ahli

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved