Berita Pati
Jalur Pantura Pati-Rembang Macet Panjang, Banyak Pengendara Pilih Balik Arah
Jika dilihat di aplikasi Google Maps, jalan berwarna merah dari Widorokandang hingga wilayah Kaliori, Kabupaten Rembang.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kemacetan panjang terjadi di Jalan Pantura Pati-Rembang, Senin (21/3). Pengendara dari arah Pati yang hendak menuju Rembang maupun sebaliknya dianjurkan menggunakan jalur alternatif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jateng, kemacetan terjadi karena ada perbaikan jalan di wilayah Batangan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pada pukul 14.20, kemacetan terlihat di Widorokandang, sekira tujuh kilometer sebelah barat Alun-Alun Juwana.
Jika dilihat di aplikasi Google Maps, jalan berwarna merah dari Widorokandang hingga wilayah Kaliori, Kabupaten Rembang.
Selama kurang lebih 20 menit, kendaraan tidak bergerak sama sekali. Baru kemudian berangsur padat merayap.
Seorang pengendara sepeda motor, Jazil Khofsah mengaku, memerlukan waktu dua kali lipat dibanding biasa untuk menempuh jarak Lasem sampai Pati Kota.
Warga Lasem, Kabupaten Rembang, yang bekerja di Pati itu biasanya hanya membutuhkan waktu 1,5 jam. Kemarin dia menghabiskan waktu di perjalanan sampai tiga jam.
"Saya berangkat pukul 06.00 pagi, sampai di Pati pukul 09.00. Biasanya hanya 1,5 jam, ini sampai tiga jam. Orang yang bawa mobil malah saya lihat tadi ada yang balik arah karena tidak bisa menembus kemacetan," ujar dia.
Seorang penumpang bus, Shofiana, mengatakan bahwa ia terjebak macet pada Senin pagi.
Warga Pati yang bekerja di Rembang Kota ini butuh 3 jam 45 menit untuk sampai ke tempat kerjanya, lebih kurang 2,5 jam lebih lambat dari biasanya. Padahal, bus yang ia tumpangi sudah melalui jalan alternatif Jakenan-Sumber.
"Saya berangkat dari rumah pukul 06.00. Biasanya pukul 07.15 sudah sampai kantor. Hari ini (Senin kemarin—Red) pukul 09.45 baru sampai," ujar warga Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, Pati, tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko menjelaskan, kemacetan ini disebabkan kerusakan Jalan Pantura, mulai Juwana sampai Rembang.
Terlebih, ada perbaikan jalan yang mengakibatkan terjadinya macet hingga sepanjang 14 kilometer.
Adapun lokasi perbaikan jalan terletak di jalan yang berada di wilayah Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Dishub Pati melakukan rekayasa lalu-lintas untuk mengurangi kemacetan dengan sistem buka-tutup. Termasuk pula, ada pengalihan kendaraan kecil agar melalui jalan alternatif Sampang.
Teguh mengimbau, masyarakat agar memilih jalur alternatif apabila hendak melalui Jalan Pantura Juwana-Rembang. "Atau jika memungkinkan, menunda kepergian sementara, agar kemacetan tidak semakin panjang," ujar dia. (mzk/Tribun Jateng Cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-pantura-pati-rembang-macet.jpg)