Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan di Kendal

Polisi Ungkap Jalur Maut di Kendal, 36 Persen Kecelakaan Terjadi di Sana

Satuan Lalulintas Polres Kendal mengungkap jalur maut di wilayah tersebut selama Operasi Ketupat Candi 2026.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Istimewa/POLRES KENDAL
OLAH TKP - Petugas Polres Kendal melakukan olah TKP pasca kecelakaan maut yang merenggut dua nyawa di Jalan Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu (22/3/2026). Dua sepeda motor adu banteng. 

TRIBUNJATENG.COM - Satuan Lalulintas Polres Kendal mengungkap jalur maut di wilayah tersebut selama Operasi Ketupat Candi 2026.

36 persen kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Kendal Jawa Tengah terjadi di wilayah tersebut.

Jalur maut itu adalah Weleri–Sukorejo yang kini menjadi perhatian khusus kepolisian. 

Baca juga: Sosok Li Xiangguang WNA Pelaku Tabrak Lari di Jepara, Diduga Mabuk Sebelum Kecelakaan

Baca juga: Lima Anak di Tegal Jadi Pemakai Obat Keras Berbahaya

Sebab, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, ruas jalan di wilayah barat Kabupaten Kendal tersebut tercatat sebagai penyumbang kecelakaan tertinggi, mencapai 36 persen dari total kasus yang terjadi.

Menurut Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari padatnya arus kendaraan hingga minimnya penerangan jalan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas kecelakaan terjadi pada malam hari.

Kondisi pengendara yang lelah, kurang konsentrasi, serta terbatasnya penerangan menjadi pemicu utama tingginya risiko kecelakaan di lapangan.

“Jalur itu ramai, tapi minim penerangan,” kata AKP Panji, Selasa (7/4/2026).

AKP Panji menegaskan bahwa dari total 25 kasus kecelakaan yang terjadi, tidak ada korban meninggal dunia.

Namun, tercatat ada 2 korban luka berat dan 29 korban luka ringan, dengan kerugian materi mencapai Rp 12 150 000.

“Secara wilayah, Kecamatan Weleri mencatat kasus terbanyak dengan 5 kejadian, disusul Sukorejo sebanyak 4 kasus. Sementara kecamatan lain berada di kisaran 1 hingga 2 kasus,” terangnya.

Berdasarkan waktu kejadian, kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 hingga 24.00 WIB sebanyak 8 kasus.

Disusul kemudian pada pagi dan siang hari masing-masing 6 kasus, serta dini hari sebanyak 5 kasus.

 Jenis kendaraan yang terlibat didominasi oleh sepeda motor dengan persentase mencapai 60 persen.

Mayoritas insiden merupakan kecelakaan antar-pengendara motor.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved