Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Stok Minyak Goreng Mulai Lancar, Kini Giliran Pembelian Gula yang Dibatasi

Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan jelang ramadhan dan lebaran tahun ini.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Gula dan minyak goreng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan jelang ramadhan dan lebaran tahun ini.

Utamanya yakni minyak goreng dan gula kristal putih atau gula pasir yang kini menjadi perhatian.

Pasalnya setelah HET minyak goreng kemasan dicabut dan pasokan perlahan mulai lancar, kini giliran gula yang harganya meningkat dan mengalami penipisan stok.

Sejumlah peritel mengakui, stok dua komoditas tersebut memang menipis.

Satu di antaranya, store manager Swalayan Ada Setiabudi Banyumanik Semarang Heryono mengatakan, jumlah pasokan baik minyak goreng maupun gula pasir cenderung tidak pasti akhir-akhir ini.

"Sembako yang masih agak belum pasti itu gula dan minyak goreng. Minyak goreng memang berangsur lebih baik, cuma yang gula belum bisa normal. HET gula dinaikkan dari Rp 12.500 perkilogram menjadi Rp 13.500 per kilogram, ternyata tidak bisa lancar," kata satu di antara peritel yang merupakan store manager Swalayan Ada Setiabudi Banyumanik Semarang, Heryono, Kamis (24/3/2022).

Heryono mengatakan, ketidakpastian terkait pasokan baik minyak goreng maupun gula pasir ini di luar biasanya yang bisa meminta jumlah pesanan kepada pemasok.

Sejak pasokan menipis, kata dia, ritel kini hanya menunggu kabar dari pemasok terkait ketersediaan pasokan.

Jika pemasok memiliki ketersediaan barulah peritel bisa melakukan pemesanan.

"Kami sekarang modelnya tidak bisa buka PO 'pre order' terus nuntut dari suplier untuk memenuhi service levelnya, tidak bisa. Jadi sekarang tergantung dari supliernya, adanya berapa terus kami dikabari baru bisa buka PO. Jadi kami tidak bisa minta harus segini, begitu tidak bisa," kata Hery.

Hery menyatakan, dengan pasokan yang cukup tersendat tersebut, supermarket tidak bisa menjual secara bebas kepada konsumen.

Khususnya gula, kata dia, pihaknya terpaksa melakukan pembatasan jumlah pembelian maksimal 1 pcs berisi 2 kilogram gula.

Sementara minyak goreng kini sudah tidak dibatasi lagi jumlah pembeliannya.

"Sekarang pembelian gula maksimal 2 kilogram per konsumen. Kalau minyak sudah tidak dibatasi.

Minyak goreng standar sekarang yang 2 liter harganya Rp 46 ribu sampai Rp 48 ribu. Dulu penjualan terbesar yang refill 2 liter itu," sebutnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved