Liga 1 2021
Komisaris PSIS Siapkan Dana Besar, Bakal Datangkan Pemain Top Liga 1
Jelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, mulai banyak spekulasi terhadap perubahan skuad PSIS Semarang pada musim berikutnya, terutama pada
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, mulai banyak spekulasi terhadap perubahan skuad PSIS Semarang pada musim berikutnya, terutama pada perubahan komposisi pemain asing.
Jika melihat performa empat pemain asing PSIS di putaran kedua BRI Liga 1 musim ini, dua pemain asing Mahesa Jenar justru jarang mendapat menit bermain yaitu Flavio Beck dan Chevaughn Walsh.
Tidak menutup kemungkinan akan ada evaluasi terhadap keduanya pasca kompetisi berakhir.
Cukup banyak penggemar PSIS saat ini yang ingin ada perubahan dalam komposisi pemain, mereka menginginkan manajemen bisa mendatangkan nama-nama pemain asing yang melejit di BRI Liga 1 musim ini.
Satu di antaranya adalah striker Persikabo, Ciro Alves.
Kebetulan sang pemain juga dipastikan tidak akan memperpanjang kontrak di Persikabo musim depan.
Beberapa pemain yang produktif dalam urusan mencetak gol juga kerap dikaitkan dengan PSIS, semisal striker Persik Kediri Youssef Ezzejjari, striker Arema, Carlos Fortes, dan gelandang serang Persebaya, Taisei Marukawa.
Saat ini mulai banyak isu tentang beberapa dari pemain tersebut bakal merapat ke PSIS.
Merespon banyaknya isu terkait perubahan komposisi pemain asing PSIS, komisaris PSIS Semarang, Junianto mengatakan pihaknya sudah mulai ancang-ancang membangun skuad untuk musim depan.
Terkait pemain baru, Junianto meminta kepada suporter PSIS untuk bersabar.
"Ya nantikan saja, saya akan buat kejutan untuk PSIS Semarang. Kita berencana akan datangkan pemain top di Indonesia," kata Junianto kepada Tribunjateng.com, Minggu (27/3/2022).
"Liga tahun depan kita siapkan dana besar untuk membelanjakan," tegas pengusaha sukses tersebut.
Adapun soal target musim depan, Junianto menyebut masih belum bisa menentukan.
Hal tersebut dikarenakan persaingan akan bertambah ketat seiring bergabungnya tim-tim promosi yang memiliki kekuatan finansial yang kuat.
Tim-tim promosi tersebut diprediksi juga akan melakukan pembelanjaan secara besar-besaran untuk bersaing di kasta tertinggi sepakbola nasional.