Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Mantan Presiden: Putin Boleh Gunakan Senjata Nuklir Ketika Rusia dan Sekutu Diserang

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Vladimir Putin boleh menggunakan senjata nuklir ketika Negara Beruang Merah maupun sekutu diser

Editor: m nur huda
Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin and Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKOW - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Vladimir Putin boleh menggunakan senjata nuklir ketika Negara Beruang Merah maupun sekutu diserang.

Dmitry Medvedev juga mengungkapkan dukungannya kepada Vladimir Putin jika ingin menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Medvedev menegaskan Rusia memiliki hak untuk menggunakan senjata nuklir dalam penyerangan ke Ukraina.

Medvedev yang saat ini merupakan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menegaskan Moskow bisa menggapi lawan yang bersenjata konvensional dengan senjata tersebut.

Rusia saat ini menjadi negara yang memiliki hulu ledak nuklir terbanyak di dunia.

Diperkirakan negara pecahan Uni Sovyet itu memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir.

“Kami memiliki dokumen khusus pencegahan nuklir. Dokumen ini jelas menunjukkan di mana Rusia berhak menggunakan senjata nuklir. Ada beberapa di antaranya dan izinkan saya mengingatkan Anda,” ujarnya dilansir dari The Sun, Sabtu (26/3/2022).

Misil balistik antarbenua Yars RS-24 yang bisa mengangkut beberapa hulu ledak nuklir dan bisa menghantam sasaran sejauh 16.000 kilometer.
Misil balistik antarbenua Yars RS-24 yang bisa mengangkut beberapa hulu ledak nuklir dan bisa menghantam sasaran sejauh 16.000 kilometer. (Illiya Pitalev/ via reuters)

Medvedev mengungkapkan situasi yang pertama adalah jika Rusia diserang oleh senjata nuklir.

Sedangkan yang kedua adalah jika senjata nuklir digunakan untuk melawan Rusia atau sekutunya.

Yang ketiga adalah serangan terhadap infrastruktur kritis yang akan melumpuhkan pasukan pencegahan nuklir.

Sementara itu, yang keempat adalah ketika tindakan agresi dilakukan terhadap Rusia dan sekutunya yang membahayakan negara itu sendiri.

“Bahkan jika tanpa menggunakan senjata nuklir, yaitu dengan menggunakan senjata konvensional,” kata Medvedev.

Pernyataan ini muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim kesiapan senjata nuklir menjadi prioritas.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengungkapkan sesumbar Rusia untuk menggunakan senjata nuklir merupakan ancaman langsung terhadap dunia.(*KompasTV)

Baca juga: Rusia Mulai Hancurkan Depot Penyimpanan Makanan dan Bahan Bakar Ukraina

Baca juga: Rusia dan Azerbaijan Memanas, Angkatan Bersenjata Dikerahkan Ke Nagorno-Karabakh

Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan Rusia Harus Sudah Menang Atas Ukraina pada 9 Mei 2022

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Menyatakan Siap Datangi Pertemuan G20 di Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved