Konflik Rusia dan Ukraina
Rusia Mulai Hancurkan Depot Penyimpanan Makanan dan Bahan Bakar Ukraina
Rusia telah mulai menghancurkan depot penyimpanan makanan dan bahan bakar milik Ukraina. Hal itu dikatakan oleh Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukr
TRIBUNJATENG.COM, KYIV - Rusia telah mulai menghancurkan depot penyimpanan makanan dan bahan bakar milik Ukraina. Hal itu dikatakan oleh Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Vadym Denysnko pada Minggu (27/3).
Dengan demikian, kata dia, Pemerintah Ukraina harus menyebar stok bahan kebutuhan pokok itu dalam waktu dekat. Berbicara di televisi lokal, Denysenko juga mengatakan Rusia terus membawa pasukan ke perbatasan Ukraina secara bergiliran.
“Mereka (pasukan Rusia) dapat melakukan upaya baru untuk maju dalam invasinya ke Ukraina,” ungkap dia, dilansir dari Reuters.
Hingga hari ke-32, Rusia masih melanjutkan “agresi bersenjata skala penuh”. Terakhir, Rusia giliran mengepung dan menyerang Kota Chernihiv di Ukraina utara.
Wali Kota Chernihiv bahkan mengatakan pada Sabtu (26/3), bahwa ada 44 orang yang terluka parah, termasuk tiga anak di kotanya tidak dapat dievakuasi ke daerah yang lebih aman untuk mendapatkan perawatan ketika akses keluar Chernihiv telah diputus oleh pasukan Rusia.
Pihak berwenang setempat pada Jumat (25/3), Chernihiv telah dikepung secara efektif oleh pasukan Rusia.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa tidak mungkin untuk mengevakuasi warga sipil atau membawa bantuan kemanusiaan ke kota dekat perbatasan Belarus itu karena sebuah jembatan yang menghubungkan kota itu dengan ibu kota Ukraina di selatan telah dihancurkan oleh pengeboman.
"Mereka tidak dapat bertahan hidup di sini karena parahnya luka mereka. Mereka membutuhkan evakuasi segera," katanya.
Dia mengatakan masih ada hingga 130.000 orang tanpa pemanas, listrik atau pasokan air di Chernihiv yang berada di bawah pemboman berat oleh pasukan Rusia.
“Kota ini memiliki populasi sebelum perang sekitar 290.000,” katanya.
Pada hari yang sama, Jumat, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah "memblokir" kota-kota Ukraina, termasuk Chernihiv, untuk mengikat militer Ukraina sementara Rusia fokus untuk mengambil kendali di wilayah Donbass timur.
150.000 Orang Terperangkap
Di sisi lain, sebanyak 150.000 orang dilaporkan terperangkap di Kota Chernihiv di Ukraina utara setelah jembatan terakhir yang berdiri di wilayah itu dibom pasukan Rusia.
Sky News melaporkan orang-orang yang telah berhasil keluar hidup-hidup dari Kota Chernihiv menyebut kota itu sebagai neraka. Mereka takut Kota Chernihiv akan cepat berubah menjadi seperti Kota Mariupol yang hancur setelah dikepung pasukan Rusia.
Koresponden Sky News menyaksikan Chernihiv terputus dari semua bantuan kemanusiaan dan dari dunia luar. Kota ini telah dibombardir selama berminggu-minggu dan sekarang pasukan Rusia mendekat dan mengelilinginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gumpalan-asap-membubung-di-atas-kota-chernihiv-di-ukraina-utara.jpg)