Liputan Khusus

Liputan Khusus: Sudah 2 BPKB Digadaikan, Arya Kapok Beli Togel Jarang Nembus

Dikatakannya, untuk menebak angka yang akan keluar, dia juga sering "nenepi" di makam para tokoh terdahulu. Kadang harus menginap di tempat tersebut.

Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Ilustrasi - Status WhatsApp korban sebelum tewas di warung togel, kota Semarang, Rabu (12/1/2022). Status itu bertulis Tinggal tiket k Singapur dengan foto ia sedang menulis angka-angka taruhan togel. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sehari setelah diberitakan Tribun Jateng, beberapa angkringan tempat bertemunya pengecer togel dan pembeli tampak sepi. Sedangkan aktivitas penjualan togel melalui WA atau SMS tetap beroperasi.

"Ya kita menghormati petugas. Ada yang kasih info katanya mau ada razia sebentar lagi. Tapi saya nggak masalah, ini kan yang punya bosnya," kata Budi (nama samaran) sambil menunjuk oknum pejabat. 

Menurut pengakuan Budi, sudah jualan togel sejak lima tahun silam. Ada pasang surut jumlah pembeli maupun nilai total pasangnya.

Baca juga: Liputan Khusus: Pengecer Togel di Jateng Makin Terang-terangan Cari Pembeli

Dari total uang itu, kadang dia setor kepada atasan, tapi lebih sering ada orang utusan yang ambil. Disisakan 10-20 persen dari total uang pembeli diberikan kepada Budi.

"Ini kan hasil keringat Mas. Nanti kalau ada yang nembus jutaan, saya juga dikasih," terang Budi.

Dikatakannya, untuk menebak angka yang akan keluar, dia juga sering "nenepi" di makam para tokoh terdahulu. Kadang harus menginap di tempat tersebut.

"Istri ikut di makam nggak apa. Tapi kalau harus naik ke bukit, dia tak mau ikut," tutur Budi yang mengaku sering mendapat kode-kode lewat mimpi.

Beda lagi dengan pengakuan Arya. Sudah beberapa bulan ini dia berhenti total tak mau lagi beli togel.

Bukan karena menjelang Ramadan, melainkan benar-benar tak ada uang lagi.

"Halah Pak nggak ada lagi yang bisa dijual untuk beli. Habis. Istri juga sering marah kalau tahu saya beli nomer. Dua BPKB sudah "sekolah" juga gara-gara nomer. Jarang nembus Pak. Kapok," ujar Arya di Sendangguwo.

Terpisah, Polres Pekalongan Kota akan gencar melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) jelang Ramadan ini. Agar tercipta iklim kondusif.

"Ibadah puasa biar aman dan kondusif, kami akan menggencarkan operasi pekat baik itu minuman miras, judi, togel, prostitusi, dan tindak kekerasan lainnya," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, Minggu (27/3/2022).

Menurutnya, dalam pelaksanaan operasi pekat ini, kepolisian berpatroli di titik-titik rawan terjadi tindak kejahatan.

"Untuk togel di Kota Pekalongan termasuk penyakit masyarakat, apapun bentuknya dan permainan yang mengarah ke perjudian pasti akan ditindak, apalagi ini menjelang Ramadan pasti kita tindak," ujarnya.

AKBP Wahyu juga mengungkapkan, dari hasil pantauan togel di Pekalongan tidak terlalu marak, karena pihaknya sering melakukan operasi penyakit masyarakat.

"Togel di Pekalongan tidak terlalu marak, karena kita sering melakukan tindakan-tindakan yang berbau togel," tegasnya.

Dia berharap masyarakat segera lapor ke kepolisian bila melihat ada perbuatan maksiat, judi, mabuk-mabukan jelang Ramadan ini. (afn/dro/wid-bersambung)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved