Berita Sragen
RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Terima Visitasi RS Pendidikan oleh Kemenkes
RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen terima visitasi RS Pendidikan oleh tim dari Kemenkes RI.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen terima visitasi RS Pendidikan oleh tim dari Kemenkes RI di Aula Flamboyan, Senin (28/3/2022).
Visitasi tersebut dipimpin oleh drg Christiana Hendarjudani dan sejumlah timnya.
Mereka akan melakukan penilaian di RSUD tersebut kelayakan menuju RS pendidikan.
Rombongan dari Kemenkes ini disambut langsung oleh Bupati Sragen, dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati, PLT Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen, Joko Haryono dan sejumlah tim dokter.
Pada kesempatannya, Bupati yang akrab disapa Yuni itu menyampaikan dukungan penuhnya apapun yang dilakukan RSSP guna memajukan sektor kesehatan Sragen.
"Kalau RSUD jadi tipe pendidikan, sebuah prestasi dan kemanfaatan bagi Kabupaten Sragen tentu sangat banyak. Kekurangan pasti ada, namun dirinya yakin RSSP sepatutnya jadi RS pendidikan," katanya.
Yuni melanjutkan Kabupaten Sragen memilih tiga rumah sakit yang berbeda-beda tipe, RSPP bertipe B, RSUD dr
Soeratno Gemolong tipe B dan bakal RSUD Sukowati Tangen yang akan diresmikan Juni mendatang bertipe C.
Dengan adanya visitasi pendidikan oleh Kemenkes ini, dirinya berharap bisa menjadi sedikit gambaran bahwa RSSP menjadi RS terbaik yang dimiliki Sragen.
"RS swasta pasti akan merujuk kesini. SDM, peralatan mencukupi dan terakreditasi paripurna. Saya yakin RSSP layak menjadi RS pendidikan," kata Yuni.
Sebelum dinilai menjadi RS pendidikan hari ini, Tubuh mengaku RSSP Sragen telah menerima sejumlah mahasiswa dari perguruan Negeri Solo seperti UNS. Kedepan pihaknya siap menerima mahasiswa kedokteran dari lain universitas.
"Tentu kami sangat menerima masukan dan saran dari visitasi ini terkait dari pelayanan kami di RS demi mewujudkan RS pendidikan yang diharapkan," katanya.
Sementara itu, pemimpin rombongan drg. Christiana Hendarjudani mengatakan selama ini RS pendidikan seperti menjadi beban di sejumlah RS. Karena selain memberikan pelayanan, harus mendidik para mahasiswa.
Dani sapaan akrabnya itu mengatakan 336 RS pendidikan yang telah dijaring dari fakultas kedokteran hanya ada 135 yang ditetapkan dengan SK dan sertifikat dari menteri kesehatan.
Maka dari itu, pihaknya membutuhkan upaya yang sangat besar menetapkan sisanya, tentunya dari dukungan RS pendidikan utamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/visitasi-rumah-sakit-tipe-b2.jpg)