Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOKUS

FOKUS : Negara Jangan Kalah

MENTERI Perdagangan M Lutfi sudah meminta maaf tidak bisa mengontrol spekulan minyak goreng. Mereka yang notabene merupakan mafia

Penulis: abduh imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Oleh Abduh Imanulhaq

Wartawan Tribun Jateng

MENTERI Perdagangan M Lutfi sudah meminta maaf tidak bisa mengontrol spekulan minyak goreng. Mereka yang notabene merupakan mafia jalur distribusi menjadi biang kelangkaan minyak goreng sehingga harganya menjadi mahal.

Kita berharap Menteri Lutfi tidak minta maaf lagi di bulan puasa dan hari raya Idul Fitri mendatang.

Justru masyarakat berkehendak ada upaya terbaik dari institusi yang dipimpinnya dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok yang telah merambat naik.

Dari berbagai daerah, terpantau harga beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan sedari dua minggu menjelang Ramadan.

Kenaikan itu tidak seragam, berbeda-beda persentasenya, di antaranya menyangkut harga cabai, bawang putih, daging ayam, telur ayam, dan daging sapi.

Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan rutin terjadi setiap tahun sebab terjadi kenaikan permintaan.

Hal ini sekaligus menunjukkan pangan masih menjadi salah satu pengeluaran terpenting masyarakat.

Seharusnya kenaikan harga tidak perlu terjadi apabila persiapan dilakukan dengan baik, mulai dari hulu di sisi produksi hingga distribusi ke konsumen. Produksi telur dan daging ayam dapat diatur karena industri unggas sudah menyerupai pabrik.

Begitu pula produksi cabai. Kenaikan harga yang terus berulang menimbulkan pertanyaan apakah arah, strategi, dan kebijakan pangan kita sudah tepat.

Strategi pangan kita tidak cukup sekadar meningkatkan produksi dan swasembada pangan. Jangan sampai terjadi lagi ironi minyak goreng, ketika kita menjadi produsen no 1 di dunia justru terjadi kelangkaan di dalam negeri.

Menteri Lutfi memang sudah menjamin persediaan pangan mencukupi untuk keperluan selama bulan puasa hingga Lebaran. Satu yang pasti, jangan sampai kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun.

Acap kali ditemui, komoditas ada tetapi harga tinggi atau harga murah tetapi barang langka. Setiap orang ingin menikmati Lebaran, termasuk produsen dan para pedagang.

Namun yang penting, manfaat kenaikan harga terdistribusi merata. Tidak dinikmati hanya segelintir orang bernama spekulan akibat kelalaian kebijakan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved