FOKUS
FOKUS : Menjaga Spirit Ramadan
Ada suasana berbeda menjelang memasuki bulan Ramadan kali ini. Ya, pada beberapa bulan sebelumnya, masyarakat merasakan harga minyak goreng (migor)
Penulis: rustam aji | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Rustam AJi
Wartawan Tribun Jateng
Ada suasana berbeda menjelang memasuki bulan Ramadan kali ini. Ya, pada beberapa bulan sebelumnya, masyarakat merasakan harga minyak goreng (migor) yang tinggi.
Pasca itu, masyarakat susah mendapatkan migor kemasan pascapemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) migor Rp 14.000/liter.
Tiba-tiba saja, migor kemasan di supermarket-supermarket seolah raib. Masyarakat yang mau beli, harus pulang gigit jari karena tak menemukan migor di rak-rak supermarket.
Sampai menteri perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi kebingungan dan pada akhir menyerahkan harga migor kemasan ke mekanisme pasar.
Aneh bin ajaib, migor kemasan tiba-tiba terlihat memenuhi rak-rak supermarket. Namun, masyarakat enggan membeli karena harganya perliter sudah naik dua kali lipat.
Masyarakat giliran memburu migor curah yang HET-nya sudah ditetapkan menjadi Rp 14.000/liter.
Hingga saat ini, antre masyarakat untuk mendapatkan migor masih banyak kita saksikan di berbagai daerah. Belum selesai persoalan migor yang susah dan mahal, masyarakat sudah dihadapkan pada kenaikan-kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti gula, telur, bawang, kedelai, dll.
Tak berhenti sampai di situ, per 1 April, giliran bahan bakar minyak jenis pertamax naik menjadi Rp 12.500 - Rp 13.000/liter, dari harga sebelumnya Rp 9000/liter.
Tampaknya, harapan masyarakat untuk mendapatkan kenormalan harga sejumlah komoditas di atas pada Ramadan maupun pascaramadan akan sulit terealisir.
Sebab, Pemerintah telah memberlakukan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 % menjadi 11 % per 1 April 2022 kemarin.
Hal ini sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Adapun aturan ini telah ditetapkan sejak 29 Oktober 2021.
Adanya kebijakan kenaikan tarif PPN ini, diprediksi juga akan memicu sejumlah komoditas pangan akan naik. Karena sebelumnya juga tarif tol sudah naik. Sehingga biaya transportasi angkutan barang komoditas juga ikut naik.
Itulah yang membuat beda suasana Ramadan kali ini. Meski begitu, bagi kaum Muslim, hal itu tetap harus disyukuri karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan yang penuh berkah.
Sebab, banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan menjumpai Ramadan karena meninggal akibat wabah covid-19.
Apalagi, pada tahun ini, pemerintah juga memperbolehkan mudik meski dengan syarat sudah vaksin booster. Bahkan, jika ada pemudik yang ditemukan belum melakukan booster, polisi bakal meminta orang itu untuk melakukan vaksinasi di pos tersedia.
Selain itu, kepolisian memastikan saat arus mudik Lebaran tahun ini tak ada penyekatan kendaraan di jalan.
Tentu saja semua itu kemungkinannya juga masih bisa berubah tergantung kondisi kasus Covid-19 di masyarakat. Karena itu, spirit Ramadan harus tetap dijaga. Apa itu? Yakni nilai-nilai kesabaran, kejujuran dan saling berbagi (kesalehan sosial) dengan mengeluarkan sedekah maupun zakat.
Bila beratnya kondisi yang harus dihadapi masyarakat dengan berbagai kenaikan harga-harga komoditas di atas dijalani dengan spirit Ramadan, maka tak mustahil kesulitan yang ada tidak akan terasa berat.
Fase menjalankan ibadah puasa, memang bukanlah pekerjaan mudah. Karena, selain kita harus menahan nafsu makan dan minum serta birahi (terhadap istri/suami, atau siapapun itu) dari sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, kita juga disuruh untuk menjaga ucapan dan tingkah kita. Intinya adalah puasa itu kejujuran terhadap diri kita kepada Tuhan. Apa pun kondisi kita tidak boleh mengeluh. Sebab itu bagian dari ujian mendapat ridha-Nya.
Semoga, semuanya lekas membaik dan pemerintah mampu mengatasi segala permasalahan di atas. (*)
Baca juga: Jelang Ramadan, Bidpropam Polda Jateng Lakukan Pembinaan & Pengetesan Urine Terhadap Personel Polri
Baca juga: Minyak Goreng Curah Langka, Bupati Banyumas Bersama Forkopimda Lakukan Sidak
Baca juga: Gara-gara Banyak Lelaki Dekati Mahalini, Rizky Febian Jadi Sering Pamer Foto Mesra: Dia Milikku
Baca juga: Tradisi Megengan Jelang Ramadhan 2022 di Masjid Agung Demak Dipadati Ribuan Masyarakat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rustam-aji-focus_20170804_071504.jpg)