Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Terjebak Macet 15 Menit‎, Bupati Kudus ‎Minta Museum Jenang Sedia Kantong Parkir

Terjebak macet selama 15 menit di Jalan Sunan Kudus, Bupati Kudus, HM Hartopo menginstruksikan agar kelancaran lalu lintas dapat terjaga dengan menyia

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
dok Dishub Kudus
Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Catur Sulistiyanto tengah meninjau lokasi kantong parkir pusat oleh-oleh Museum Jenang untuk mencegah kemacetan, Senin (4/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Terjebak macet selama 15 menit di Jalan Sunan Kudus, Bupati Kudus, HM Hartopo menginstruksikan agar kelancaran lalu lintas dapat terjaga dengan menyiapkan kantong parkir.

Diketahui kemacetan tersebut karena sedikitnya 14 bus pariwisata parkir di tepi jalan tersebut.

Menurut ‎Bagian Umum Mubarok Food, Hesti Trihartanto menjelaskan, kemacetan yang terjadi pada‎ tanggal 2 Maret 2022 lalu bertepatan saat Bupati Kudus sedang melintas dan terkena macet selama 15 menit.

‎Kemudian meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus melakukan penguraian kemacetan lalu lintas di sana.

"Waktu itu 14 bus wisata datang bersamaan jadi membuat macet, kebetulan Pak Bupati melintas macet sampai seperempat jam. Padahal biasanya kalau akhir pekan itu hanya 10 bus per hari," jelas dia, usai menggelar rapat koordinasi, Senin (4/4/2022).

Setelah kejadian itu, pihaknya melakukan koordinasi bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Pihaknya bersedia menyediakan kantong parkir yang lokasinya di belakang Museum Jenang seluas 2.000 meter persegi.

Dengan luas tersebut, diperkirakan dapat menampung sebanyak 10 bus pariwisata.

"Lahan ini sudah dimiliki sebelum Covid-19, yang semula untuk parkir karyawan akan dialihkan untuk parkir bus," jelasnya.

‎Kendati demikian, kata dia, masih ada kendala pada akses masuk jalan yang masih ada tiga pedagang kaki lima (PKL).

Sehingga pihaknya meminta Pemerintah Desa (Pemdes)‎ Glantengan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus untuk membantu mediasi.

Pihaknya bersedia menyediakan lahan di dalam kawasan parkir itu untuk para pedagang berjualan.

"‎Pimpinan kami setuju memberikan tempat untuk PKL berjualan. Ada tiga, tapi yang satu sudah tidak aktif jualan lagi," jelas dia.

Rencananya, kantong parkir itu bisa dipakai sebelum Lebaran ketika terjadinya puncak pengunjung.

"Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa dipakai," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved