Breaking News:

Guru Berkarya

Obat Wajib Apotek (OWA)

Apoteker merupakan tenaga kesehatan profesional yang berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai sumber informasi obat.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ida Sari Dewi SFarm, Mahasiswa Profesi Apoteker Unissula Semarang 

Oleh: Ida Sari Dewi SFarm, Mahasiswa Profesi Apoteker Unissula Semarang

APOTEKER merupakan tenaga kesehatan profesional yang berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai sumber informasi obat. Kesadaran masyarakat mengenai kesehatan yang semakin tinggi membuat pengobatan sendiri (swamedikasi) menjadi pilihan. Swamedikasi artinya mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli di apotek tanpa resep dokter. Swamedikasi dinilai lebih praktis dan murah.

Di sinilah peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian diperlukan. Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan FIP (1999), peran dan tanggungjawab apoteker didasarkan pada Filosofi Pharmaceutical Care, yaitu memberikan saran dan mendampingi pasien dalam pemilihan obat, menginformasikan efek samping yang muncul, menyarankan rujukan kepada dokter, dan memberitahukan cara penyimpanan obat yang benar.

Obat yang bisa digunakan dalam swamedikasi salah satunya yaitu Obat Wajib Apotek (OWA). OWA merupakan beberapa obat keras yang dapat diberikan tanpa resep dokter. Namun, obat wajib apotek hanya bisa diberikan dan digunakan di bawah pengawasan apoteker. Peraturan mengenai daftar obat wajib apotek tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan. Obat wajib apotek ada 3 golongan. Ketiga daftar obat itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 925 tahun 1993 tentang perubahan golongan OWA No. 1, Keputusan Menteri Kesehatan No. 924 tahun 1993 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2, dan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1176 tahun 1999 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 3.

Untuk golongan satu, ada tujuh obat wajib apotek. Berikut rinciannya: Pertama,  Kontrasepsi oral. Di antaranya adalah Lynestrenol (Exluton) dan Ethinylestradiol. Namun, khusus Ethinylestradiol perlu dikombinasikan dengan Norgestrel (Microdiol), Levonorgestrel (Cyclogynon, Sydnaginon dan Pilkab), Desogestrel (Maryelon 28 dan Mercilon 28). Bagi yang pertama kali menggunakan obat ini harus dengan resep dokter. Selain itu harus diimbangi dengan cek ke dokter enam bulan sekali. Kedua,  Obat pencernaan. Contoh obatnya Metoclopramide. Ketiga, Obat mulut dan tenggorokan. Obat untuk pengobatan mulut dan tenggorokan ada dua, yaitu Hexetidine dan Triamcinolone Acetonide. 

Keempat,  Obat pernapasan. OWA untuk obat pernapasan dikhususkan untuk dua jenis penyakit, yaitu mukolitik dan asma. Nama obat yang bisa dikonsumsi untuk mukolitik adalah Asetilsistein, Karbosistein, dan Bromheksin (Obat Bebas Terbatas). Untuk penderita asma ada Salbutamol, Terbutaline, dan Ketotifen. Kelima, Obat neuromuskular khusus keluhan nyeri dan alergi, yaitu Metampiron, Asam mefenamat, Mebhidrolin, serta Dexchlorpheniramine Maleate. Keenam,  Antiparasit. Contohnya Mebendazol. Ketuju, Obat kulit topikal. Nama obat yang ada di apotek adalah Nistatin, Desoksimetason, Betametason, Triamsinolon, Hidrokortison, Kloramfenikol, Gentamisin, dan Eritromisin

Obat wajib apotek golongan 2 yaitu Albendazol, Bacitracin, Bismuth Subsilate, Clindamisin, Dexametason, Diclofenak, Fenoterol, Flumetason, Hidrokortison, Ibuprofen, Ketokonazol, Metilprednisolon, Omeprazol, Piroksikam, Prednison, Scopolamin, Sucralfat, dan Sulfasaladin.

Obat wajib apotek golongan 3 yaitu: Pertama, Obat saluran pencernaan yaitu Ranitidin. Kedua, Obat sistem muskuloskeletal yaitu Allopurinol dan Piroksikam. Ketiga, Obat antihistamin yaitu Cetirizin dan Siproheptadin. Keempat,  Obat organ sensorik yaitu Gentamisin tetes mata, Kloramfenikol obat mata dan obat telinga. Kelima,  Obat antiinfeksi umum yaitu obat TB.

Obat-obat yang sudah dijelaskan merupakan obat wajib apotek yang bisa didapatkan tanpa resep dokter. Meskipun demikian, sebagai apoteker harus benar-benar memperhatikan keluhan yang disampaikan, dan bertanggung jawab penuh dalam memberikan obat dan menyampaikan efek sampingnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved