Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

123 Warga Desa Kutabima Masih Bertahan di Pengungsian, Sekdes: Butuh Air Bersih

Sebanyak 123 jiwa dari 285 warga Desa Kutabima yang terdampak bencana tanah longsor masih bertahan di pengungsian. Selasa (5/4/2022).

Pingky Setiyo Anggraeni
Warga Dusun Citulang Desa Kutabima masih bertahan di pengungsian yang berada di SD N 4 Kutabima. Selasa (5/4/2022). Mereka masih takut jika terjadi lonsor susulan. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Sebanyak 123 jiwa dari 285 warga Desa Kutabima yang terdampak bencana tanah longsor masih bertahan di pengungsian. Selasa (5/4/2022).

Pengungsian terpusat di Sekolah Dasar Negeri 4 Kutabima Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap.

Sekertaris Desa Kutabima, Karlina mengatakan para pengungsi belum kembali ke rumah masing-masing lantaran belum tersedianya air bersih di rumah warga.

"Belum ada yang pulang sama sekali, kita belum berani memperbolehkan warga kembali karena air bersih belum ada," kata Karlina. Selasa (5/4/2022).

Kelangkaan air bersih di wilayah Rt 09 Rw 4 tak lain karena adanya pipa yang menyalurkan air kerumah warga tertimbun material longsor.

Selain air bersih, ada 2 syarat lain menurut Karlina yang menjadi patokan warga dapat kembali ke rumah yaitu listrik dan jalan utama.

"Patokan kami ada 3 yaitu listrik, jalan, dan air  bersih. Untuk listrik dan jalan sudah tertangani walaupun jalan darurat, namun untuk air bersih belum ada karena pipa masih tertimbun tanah," katanya.

Pihaknya masih menunggu alat berat melakukan pengerukan dan pembersihan di lokasi kejadian.

Bertahan di pengungsian rupanya tidak menjadi persoalan bagi warga yang mengungsi.

Hingga saat ini mereka belum berani untuk menempati rumah kembali lantaran takut terjadi longsor susulan, terlebih lagi jika hujan turun.

Nur (30), salah satu warga yang mengungsi mengatakan bahwa ia memilih bertahan di pengungsian lantaran longsor susulan masih menghantui wilayah tersebut.

"Takut ada susulan, soalnya denger-denger diatas juga masih retak, jadi kalau hujan lagi takut, mending nunggu disini," kata Nur.

Sebagian pengungsi pulang kerumah hanya untuk memberi makan ternak mereka yang tak tertimbun tanah.

Sebelumnya, diketahui 123 pengungsi ini dievakuasi pada Jumat (1/4/2022) pagi oleh pemerintah desa dan juga relawan.

Para relawan menggunakan berbagai cara agar warga Dusun Citulang dapat keluar, seperti dengan menggendong warga yang sakit. 

Satu diantaranya Juinah, ia menceritakan bahwa saat evakuasi dirinya sempat digendong lantaran memiliki sesak nafas. 

"Kemarin pas mau ngungsi saya digendong, ngga kuat jalan perih dadanya," tutur Juinah.

Kini 123 dari 285 warga Dusun Citulang yang terdampak bencana menghabiskan hari di sekolah. 

Dinas Sosial Kabupaten Cilacap sejak hari pertama paska bencana juga sudha mendirikan dapur umum yang berlokasi tak jauh dari pengungsian.

Setiap harinya total ada 400 bungkus nasi yang dibagikan untuk para korban dan juga relawan di lokasi untuk sahur dan berbuka.

Untuk stok logistik menurut penuturan Karlina untuk makanan kering dan kebutuhan memasak dush cukup banyak yang masuk.

Namun ada beberapa jenis barang yang dibutuhkan lebih di pengungsian seperti karpet, selimut dan juga buah-buahan.

"Logistik dari makanan kering untuk persediaan cukup, untuk buah-buahan, karpet dan selimut masih kurang karena di pengungsian banuak anak-anak," ujar Karlina. (pnk)

Baca juga: Realisasi Penerimaan PBB-P2 Kabupaten Tegal Tahun 2021 Mencapai Rp 44,6 Miliar

Baca juga: Hendak Tawuran, Lima Bocil di Brebes Diamankan Polisi

Baca juga: Maskapai Citilink Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Ngloram Cepu Blora

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Besok Kota Salatiga, Ramadhan Hari ke-5, Kamis 7 April 2022

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved