Berita Pekalongan
Yuk Cicipi Kota Tahlil Khas Pekalongan, Aroma Rempahnya Terasa Banget, Alternatif Hangatkan Badan
Warga dapat mudah menikmati kopi tahlil yang dijual di depan Gedung PPIP tepatnya di Jalan Agus Salim, Kota Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kota Pekalongan terkenal dengan batiknya.
Namun jangan salah, di kota tersebut juga mempunyai kuliner yang cukup bervariasi dan terkenal.
Seperti megono, garang asem, hingga pindang tetel.
Tidak cukup hanya di situ, di Kota Batik juga ada minuman khas Pekalongan.
Baca juga: HTM Masih Promo Rp 15 Ribu, Warga Dipersilakan Ngabuburit di Taman Wisata Pasir Kencana Pekalongan
Baca juga: VIIRAL! Sepasang Bocil di Pekalongan Ciuman saat Berpuasa, Kadus : Itu Bukan Warga Kami
Baca juga: Wawalkot Pekalongan: Pengajian Tingkatkan Spiritualitas ASN
Baca juga: 1000 Honda Riding Point di Pekalongan Hadirkan Tantangan Riding Experience Menantang
Minuman itu dinamakan kopi tahlil.
Dinamakan kopi tahlil karena dahulu minuman ini disediakan saat acara tahlilan.
Bahkan, rasa kopi ini berbeda dengan yang lainnya.
Karena kopi ini lebih dominan dengan rempah-rempahnya.
Namun sekarang, untuk menikmati segelas kopi tahlil, tidak perlu saat tahlilan.
Warga dapat mudah menikmati kopi tahlil yang dijual di depan Gedung PPIP tepatnya di Jalan Agus Salim, Kota Pekalongan.
Hal tersebut diungkapkan Eko Susanto (42) pemilik kopi tahlil.
"Saya jualan kopi tahlil ini sejak 2004."
"Kopi tahlil ini asli dari orang Arab dan dulu biasanya disajikan ketika habis tahlilan dan khitanan," ungkap Eko Susanto kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/4/2022).
Menurutnya, yang membedakan dengan kopi yang lain itu dari cita rasa.
Karena dibuat dari kopi dan campuran rempah-rempah seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, pandan, serai, dan pala.