Berita Sukoharjo

Hendak Perang Sarung, Empat ABG di Sukoharjo Diamankan Polsek Grogol

Empat ABG diamankan Polsek Grogol di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (9/4).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Dok. Polres Sukoharjo
Empat ABG yang akan melakukan perang sarung saat diamankan di Mapolsek Grogo, Sukoharjo, Sabtu (9/4/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Sebanyak empat anak baru gede (ABG) diamankan Polsek Grogol di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten  Sukoharjo, pada Sabtu (9/4/2022).

Langkah itu dilakukan lantaran mereka akan melakukan perang sarung.

“Langkah Polsek Grogol dalam mengamankan para remaja itu tepat, lantaran tradisi tawur sarung di sejumlah tempat di masa Ramadan kerap b

Empat ABG yang akan melakukan perang sarung saat diamankan di Mapolsek Grogo, Sukoharjo, Sabtu (9/4/2022) malam.
Empat ABG yang akan melakukan perang sarung saat diamankan di Mapolsek Grogo, Sukoharjo, Sabtu (9/4/2022) malam. (Dok. Polres Sukoharjo)

erujung kerusuhan," ucap Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Senin (11/4/2022).

Dia menyampaikan, terbaru, tawur sarung yang dilakukan di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/4/2022) dini hari lalu berujung maut. Seorang remaja berinisial DS, (14), tewas mengenaskan terkena sabetan senjata tajam.

Wahyu menjelaskan, empat ABG tersebut diamankan saat Polsek Grogol melaksanakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat).

“Saat diamankan, empat ABG tersebut bersiap akan melakukan perang sarung,” jelasnya.

Empat ABG yang berhasil diamankan Polsek Grogol adalah MAA (13), TDS (17), EKY (13) warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, dan YAS (16) warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Mereka dibawa ke Mapolsek Grogol untuk didata dan mendapatkan pembinaan. 

“Didata namanya dan diberikan imbauan maupun penekanan agar tidak mengulangi perbuatannya, karena dapat merugikan orang lain dan diri sendiri yang berakibat fatal. Empat ABG tersebut masih berstatus sebagai pelajar,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wahyu, sebelum diserahkan kepada orang tuanya, mereka juga diperintah untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Dan apabila mengulangi lagi maka bersedia dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perang sarung.

Pihaknya meminta masyarakat jika melihat ada anak muda yang sedang perang sarung di jalan raya, untuk segera melapor ke Polres Sukoharjo maupun polsek terdekat. 

“Kami imbau masyarakat agar tidak melakukan perang sarung karena sudah meresahkan. Kalau warga melihat kejadian ada perang sarung, laporkan kepada kami agar kami tindak,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved