Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Memaksimalkan Benda Sekitar sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Dasar

Tujuan akhir dari pengajaran Bahasa Indonesia adalah anak didik terampil berbahasa, dalam kehidupan sehari-hari

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dwi Susilowati SPdSD, Guru SDN 02 Tlogopakis Kec Petungkriyono Kab Pekalongan 

Oleh: Dwi Susilowati SPdSD, Guru SDN 02 Tlogopakis Kec Petungkriyono Kab Pekalongan

SEKOLAH dasar atau SD merupakan tingkatan satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar anak didik mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Sekolah dasar atau SD dapat disebut sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia tujuh tahun. Hal ini diasumsikan bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.

Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik termasuk dalam keterampilan membaca dan menulis. Membaca dan menulis pada pendidikan dasar merupakan program pembelajaran yang diorientasikan kepada kemampuan membaca dan menulis di kelas-kelas awal. Kelas awal berisi anak didik mulai memasuki bangku di kelas satu sekolah dasar. Membaca dan menulis permulaan menjadi menu utama dalam proses pembelajaran termasuk di SDN 02 Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Kemampuan membaca dan menulis lebih diorientasikan kepada tingkat dasar yakni kemampuan mengetahui huruf, yaitu anak-anak dapat mengubah dan melafalkan lambang- lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi yang bermakna. Tujuan akhir dari pengajaran Bahasa Indonesia adalah anak didik terampil berbahasa, dalam kehidupan sehari-hari kegiatan berbahasa tercermin dalam empat aspek keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Akan tetapi, permasalahan pembelajaran jenjang pendidikan dasar terutama anak kelas satu adalah kesulitan dalam membaca dan menulis. Guru harus bisa menerapkan metode pembelajaran yang baik dan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat kepada anak didik sehingga anak didik senang membaca dan menulis. Sebagian anak didik masih belum lancar dalam membaca dan menulis. Guru perlu memanfaatkan benda di sekitar sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran akan membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Arsyad (2013:4) mengungkapkan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Penerapan media benda sekitar merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru. Hal ini di aplikasikan dengan mengajak anak melihat benda di sekitarnya yaitu benda nyata seperti buku, pensil, meja, kursi dan lain sebagainya. Setelah anak didik melihat benda-benda di sekitar anak didik diminta untuk mengeja huruf yang ditempelkan guru pada benda-benda disekitar. Anak didik diminta berusaha membaca dengan sendirinya. Selain itu, guru meminta anak didik untuk melihat benda dan menuliskan nama-nama benda yang dilihat disekitar. Guru berharap ketika anak didik melihat benda nyata otomatis anak langsung bisa berfikir membaca dan bahkan senang menulis dengan cepat.

Penggunaan media pembelajaran diatas diharapkan dapat membantu anak didik dalam membaca dan menulis permulaan terutama sekolah dasar kelas satu. Hal ini dikarenakan anak kelas 1 sekolah dasar pada umumnya berusia enam tahun. Anak yang berusia enam tahun biasanya masih berfikir konkret yaitu anak akan mengenali benda-benda nyata. Melalui benda-benda nyata disekitar, anak didik akan lebih senang membaca dan menulis. Stimulan tersebut akan merangsang anak didik di dalam kelas menjadi senang membaca dan menulis.

Kemudian tolak ukur keberhasilan dari media benda sekitar tersebut adalah dari penilaian, baik proses pembelajaran maupun dari penilaian akhir. Selama proses pembelajaran dengan media benda disekitar, diperoleh simpulan bahwa penggunaan media benda sekitar dapat meningkatkan kemampuan anak didik dalam membaca dan menulis. Dengan media benda sekitar, anak didik lebih termotivasi, terinspirasi, senang, aktif dan kreatif dalam menemukan benda sekitar sehingga tercipta pembelajaran yang meriah serta menyenangkan. Kedepannya, anak didik mampu membaca dan menulis dengan baik dan terampil. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved