Berita Kendal
Tanggul Laut 1 Km di Kendal Mulai Dikerjakan, Ditarget Selesai Agustus 2022
Program penanganan skala kawasan kota tanpa kumuh (Kotaku) di Kampung Nelayan Kelurahan Bandengan dan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Ken
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Program penanganan skala kawasan kota tanpa kumuh (Kotaku) di Kampung Nelayan Kelurahan Bandengan dan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal ditarget rampung pada Agustus 2022.
Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 22,7 miliar untuk menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.
Selain itu, Pemkab Kendal juga bakal menggelontorkan anggaran untuk program penanganan lanjutan pada 2023.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal, Noor Fauzi mengatakan, program Kotaku sudah dikerjakan sejak Januari lalu, yang diharapkan menjadi solusi untuk menangani kawasan nelayan yang terkesan kumuh.
Terdapat beberapa pembangunan prioritas yang diharapkan juga berdampak dalam mengatasi banjir rob, di antaranya pembangunan tanggul laut sepanjang 1 Km, rumah pompa, kolam retesi, drainase lingkungan, pedestrian, ruang terbuka hijau (RTH), dan gerbang kawasan.
Menurut dia, tanggul laut setinggi 1 meter dengan lebar atas 8 meter dan lebar bawah 12 meter itu dibangun di utara perkampungan, mulai dari Sungai Kendal di Kelurahan Bandengan, hingga Sungai Glodok Kelurahan Karangsari.
"Pembangunanya sudah berjalan, ditarget selesai Agustus. Tujuannya untuk menangani kawasan nelayan yang terkesan kumuh agar lebih rapi dan tertata. Untuk pencegahan robnya dengan tanggul laut," katanya, Minggu (10/4/2022).
Fauzi menuturkan, tanggul laut program Kotaku ini tidak sepenuhnya bisa menghilangkan banjir rob, tetapi diharapkan bisa meminimalisir rob yang menjadi langganan setiap tahun.
Ia berujar, perlu dukungan program lanjutan dari pemerintah daerah, seperti perbaikan jalan lingkungan, penataan taman, tempat pengelolaan sampah, dan penataan perahu dari badan sungai.
Selain itu, Disperkim juga menyiagakan dua unit pompa di Bandengan dan Karangsari untuk mengatasi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu.
"Mudah-mudahan bisa mengurangi dan mengatasi banjir rob. Semoga bisa mengatasi kawasan permukiman yang terkesan kumuh. Nanti akan disupport program lanjutan dari beberapa OPD untuk penataan di dalam kawasan," tuturnya.
Adapun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo menyatakan, Pemkab Kendal rencananya bakal menggelontorkan anggaran Rp 10 miliar untuk melaksanakan program lanjutan melalui DKP pada 2023, di antaranya pembangunan tambat labuh kapal di atas lahan seluas 5 hektare yang akan dibebaskan pemerintah daerah.
Dipindahkan
Kawasan itu bakal dijadikan tempat bersandarnya perahu atau kapal saat tidak digunakan. Sebanyak 600-700 perahu yang saat ini terparkir di badan sungai akan dipindahkan semua, dengan maksud aliran sungai menjadi lancar untuk mencegah air meluap saat terjadi air laut pasang.
"Pembangunan tambat labuh kapal ini sebagai upaya penataan perahu. Rencana appraisal di (APBD) perubahan 2022, termasuk Detail Engineering Design (DED)," jelasnya.