Stikes Telogorejo Semarang

Benarkah Metode Gentle Birth Mengurangi Rasa Sakit?

Belakangan ini, santer terdengar sebuah metode baru melahirkan yang disebut dengan metode gentle birth.

Editor: abduh imanulhaq
GOOGLE
Ilustrasi melahirkan metode gentle birth 

Oleh : Desi Soraya STrKeb MKeb, Dosen S1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang

MELAHIRKAN adalah proses yang identik dengan rasa sakit. Walau begitu, selama beberapa tahun belakangan ini, santer terdengar sebuah metode baru melahirkan yang disebut metode gentle birth.

ilustrasi Gentle Birth
ilustrasi Gentle Birth (IST)

Melahirkan dengan gentle birth ini digadang-gadang akan memberikan ibu pengalaman melahirkan yang minim trauma dan rasa sakit. Tapi sebenarnya apa itu gentle birth dan benarkah bisa mengurangi rasa sakit melahirkan? Simak fakta-faktanya berikut ini:

Pengertian Gentle Birth
Gentle birth adalah sebuah filosofi dalam proses melahirkan, di mana proses melahirkan itu tenang, penuh kelembutan, serta memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh manusia.

Penolong atau pendamping yang terlibat dalam proses persalinan ini harus membantu dengan menggunakan suara yang lembut dan tenang, sehingga ketika bayi akhirnya lahir, ia disambut dengan suasana yang tenang, hening, dan penuh kedamaian.

Berbeda dengan metode konvensional, alih-alih berupa seperangkat standar operasional prosedur yang saklek diikuti, metode gentle birth menggunakan pendekatan proses kelahiran yang alami sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan wanita itu sendiri. Proses kelahiran yang lembut ini tidak hanya butuh bantuan pendamping yang kooperatif tetapi juga persiapan fisik dan mental yang matang dari calon ibu.

Prinsip Melahirkan dengan Gentle Birth
Dalam bukunya “Gentle Birth, Melahirkan Nyaman Tanpa Sakit”, bidan Yessi Aprillia dan Brenda Ritchmond menyebutkan ada beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam persalinan gentle birth, yaitu:
1. Proses melahirkan dilihat sebagai momen yang harus diselebrasi dengan penuh rasa hormat, damai, dan sakral oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya
2. Terdapat peran keluarga, khususnya suami, yang dapat memberikan dukungan mental ataupun spiritual kepada ibu yang hendak melakukan persalinan
3. Rasa mulas dan nyeri yang dirasakan calon ibu saat hendak melahirkan dipandang sebagai mekanisme alami yang dilalui tubuh dalam membantu proses kelahiran bayi
4. Proses persalinan tidak harus dilakukan di rumah

Pada saat mendampingi proses persalinan, penolong atau pendamping yang menerapkan gentle birth akan meminimalisasi intervensi medis dan membebaskan calon ibu untuk bergerak dan mengikuti instingnya. Ruang bersalin pun diatur suasananya sedemikian rupa, baik pencahayaan, udara, serta suhunya agar dapat memberikan ibu kenyamanan dan ketenangan.

Persalinan dengan metode gentle birth memberikan kendali persalinan pada ibu, bukan pada dokter ataupun bidan yang mendampingi. Bayi yang baru lahir pun diperlakukan secara lebih lembut dan diberikan kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Meski pada persalinan secara sesar sekalipun, prinsip-prinsip ini masih tetap dapat dilakukan.

Tentang Rasa Sakit
Rasa sakit sebenarnya adalah sesuatu yang sangat subyektif. Anda dan saudara kandung sendiri bahkan bisa memiliki toleransi terhadap rasa sakit dengan ambang batas yang berbeda. Persepsi seseorang terhadap rasa sakit juga mempengaruhi seberapa besar rasa sakit yang dirasakan seseorang. Riset menunjukkan bahwa rasa sakit yang dirasakan seseorang bisa berkurang ketika rasa sakit dianggap sebagai sesuatu yang positif atau produktif, dan sebaliknya semakin dianggap tidak berguna atau mengancam jiwa, rasa sakit itu akan terasa semakin kuat.

Dalam persalinan gentle birth, para ibu diarahkan untuk mempersepsikan rasa sakit yang dirasakannya sebagai sesuatu yang akan membantunya untuk bertemu dengan sang bayi. Selain itu suasana persalinan serta pendamping yang tenang dan penuh kelembutan dapat mengurangi kecemasan dan persepsi rasa sakit ibu. Gabungan hal-hal inilah yang membuat metode gentle birth mengurangi rasa sakit juga trauma melahirkan.

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat[3] yang melibatkan 17.000 persalinan terencana di rumah, didapatkan sebuah data yang menarik. Kurang dari 2 persen ibu yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan manajemen rasa sakit tambahan. Ini artinya, sebanyak 98 persen ibu sanggup menghadapi rasa sakitnya di rumah. Selain itu, hanya 1 persen bayi yang lahir yang butuh diperiksa ke rumah sakit, itu pun bukan untuk kondisi yang gawat.

Kesimpulan
Metode gentle birth mengimplementasikan prinsip-prinsip persalinan yang meminimalisasi stresor lingkungan dan mendorong ibu untuk memberdayakan dirinya sebelum hingga sesudah persalinan itu sendiri. Walaupun belum ada studi khusus yang mengukur tentang rasa sakit yang dirasakan persalinan gentle birth, secara anekdotal metode ini berhasil mengurangi rasa sakit ibu dan meningkatkan kepuasan terhadap persalinan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved