Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Bisyaroh Modin Kota Semarang Dinaikan, Kini Jadi Rp 750.000 Per Bulan

Pemerintah Kota Semarang menyerahkan bantuan hibah kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) serta menyerahkan bisyaroh kep

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Dok. Humas Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dalam kegiatan Masjid Agung Bersholawat, Minggu (10/4/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menyerahkan bantuan hibah kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) serta menyerahkan bisyaroh kepada perawat jenazah, petugas kebersihan masjid, guru TPQ, modin, guru sekolah minggu, pos PAUD dan guru Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA).

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Aula Balai Kota Semarang, Rabu (13/4). Penyerahan ditargetkan rampung pekan depan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pemberian hibah dan bisyaroh merupkan wujud perhatian dan apresiasi Pemerintah Kota Semarang kepada mereka. Meski jumlahnya terbatas, dia berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan.

Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mereka dengan meningkatkan besaran bisyaroh dari dana APBD Kota Semarang. Hibah kepada PMI sebesar Rp 531,9 juta dan hibah kepada DMI sebesar Rp 300 juta.

Sedangkan nilai bisyaroh untuk perawat jenazah atau modin pada 2020 sebesar Rp 500 ribu.

Kini, besaran bisyaroh untuk modin dinaikkan menjadi Rp 750 ribu.

Sementara petugas kemakmuran masjid atau marbot sebesar Rp 300 ribu per bulan.

"Ada penjaga masjid atau marbot, modin yang merawat jenazah. Sekarang modin per bulan sudah Rp 750 ribu. Kami lihat perjuangan mereka waktu Covid-19, tidak ada yang memandikan jenazah, mereka berjibaku. Kami beri apresiasi," jelas Hendi, sapaannya.

Tak hanya modin dan marbot, Hendi juga memberi apresiasi kepada guru TPQ, hingga guru sekolah minggu, masing-masing mendapatkan bisyaroh sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Sedangkan IGRA dan guru pos PAUD mendapatkan bisyaroh sebesar Rp 300 ribu.

Menurutnya, peran guru TPQ, IGRA, dan guru sekolah minggu sangat penting bagi generasi anak-anak.

Maka dari itu, pihaknya memberi support bagi mereka dengan harapan kehadiran mereka mampu menciptakan keimanan dan ketakwaan terhadap generasi muda.

Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa indonesia untuk kalangan generasi anak-anak.

"Maka, tugas sekolah lebih ringan. Tugas sekolah memberi tambahan ilmu dan memperkuat lagi sisi kebangsaan bagi adik-adik kita," tambahnya.

Senada Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Storada menambahkan, besaran bisyaroh selalu meningkat setiap tahun. Sementara bisyaroh marbot masjid baru tahun ini dilakukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved