Bupati Sragen Pastikan 14 Ribu Sembako Safari Ramadhan bukan dari APBD

Yuni memastikan, belasan ribu paket sembako yang dibagikan ke masyarakat itu tidak menggunakan APBD.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG. COM, SRAGEN - Kegiatan Safari Ramadan Bupati dan Wakil Bupati Sragen telah memasuki hari ke 12 Bulan Ramadan. 

Sudah 14 desa di 14 kecamatan mendapat kesempatan dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati Sragen dalam agenda Duhur Keliling (Durling) dan Asar Keliling (Saling). 

Hari ini, Desa Blangu Kecamatan Gesi dan Desa Gebang Kecamatan Sukodono giliran mendapat kesempatan menggelar acara itu, Kamis (14/4/2022). 

Enam desa di enam kecamatan lain masih menunggu. 

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kegiatan Safari Ramadan sebenarnya rutin digelar tiap tahun.

Hanya di masa pandemi, tahun lalu, konsepnya terpaksa diubah untuk menekan kasus Covid 19 di daerah. 

Ramadan tahun ini, meski pandemi belum berakhir, konsep Safari Ramadan dikembalikan seperti dulu.

Ini mengingat kasus Covid 19 sudah berhasil dikendalikan.

Meski masyarakat masih tetap harus memerhatikan protokol kesehatan. 

Kegiatan Safari Ramadan kali ini digelar tatap muka. Bupati dan Wakil Bupati hadir langsung untuk bersilaturahim dengan masyarakat di acara yang dipusatkan di masjid. 

Dalam kegiatan itu, juga digelar vaksinasi oleh Puskesmas setempat agar kekebalan komunitas cepat terbentuk.

"Safari Ramadan kali ini konsepnya kembali ke yang dulu (sebelum pandemi). Kami mendatangi langsung masyarakat sambil membagikan sembako, " katanya.

Dalam Safari Ramadan tahun ini, sebanyak 14 ribu paket sembako akan dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Sembako dibagikan setelah acara yang dibalut dengan tausiah keagamaan itu selesai. 

Yuni memastikan, belahan ribu paket sembako yang dibagikan ke masyarakat itu tidak menggunakan APBD

Dana untuk membeli sembako itu murni dari zakat dan infak masyarakat, di antaranya dari Baznas Sragen dan Bank Jateng. 

Baznas sendiri menghimpun dana zakat dari masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diambil dari gaji mereka tiap bulan. 

"14 ribu sembako dibagikan. Itu bukan dari APBD, " katanya.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved