Berita Nasional
Ini Bukti King Kobra Ular Paling Cerdas di Muka Bumi
Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan mengapa king kobra termasuk ular paling cerdas di muka bumi ini.
TRIBUNJATENG.COM - Ular bukanlah pilihan pertama yang terlintas dalam benak banyak orang saat ingin memelihara hewan.
Ular sama sekali tidak imut.
Binatang melata ini tidak memiliki sisi emosional, dan bukan binatang yang senang dimanjakan layaknya kucing atau anjing.
Baca juga: BIKIN MERINDING! Ruang Arsip Kantor BPN Purwokerto Jadi Sarang Ular, Ada Jali, Sanca, Kobra & Koros
Tetapi ada bukti yang menunjukkan, king kobra mempunyai kecerdasan di atas rata-rata untuk seekor ular.
Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan mengapa king kobra termasuk ular paling cerdas di muka bumi ini.
Pola membuat sarang
Seperti dikutip laman A-Z Animals, king kobra betina merupakan satu-satunya ular di dunia yang membangun sarang.
King kobra betina akan mengumpulkan ranting dan daun ke dalam sebuah tumpukan.
Kemudian, induk king kobra akan duduk di atas sarang dan mengerami telur-telurnya.
Biasanya, king cobra akan menghindar dari situasi yang tidak menguntungkan bagi binatang tersebut.
Namun hal ini tidak berlaku jika king kobra betina sedang menjaga sarangnya.
Ular itu akan menyerang dan memprovokasi jika ada binatang lain atau manusia yang terlalu dekat dengan sarang tersebut.
Segera setelah bayi menetas, induk king kobra akan meninggalkan anak-anaknya untuk hidup mandiri.
Tampaknya, upaya ini dilakukan sang induk untuk mencegah bayi-bayi itu "terlahap" secara tidak sengaja. Sebab, king cobra tergolong sebagai ular yang memakan ular lain.
Bentuk telur ular sangat fleksibel, tidak seperti telur burung. Fleksibilitas itu membuat telur-telur king kobra tidak mudah rusak dan terhindar dari goresan ketika diduduki oleh induknya.
Tidak menggunakan metode berburu yang sama
King kobra dapat berburu dengan berbagai cara yang berbeda, tidak mengulangi strategi yang sama seperti ular lain.
King cobra akan mendekati setiap mangsa dengan cara yang sesuai untuk situasi tertentu dan akan menggunakan serangkaian metode penyerangan.
Sebagian besar ular menyerang secara spontan, sedangkan king cobra memerhitungkan segala tindakan yang diambil.
Ular itu memerlukan waktu sebelum melancarkan satu serangan untuk menaklukkan mangsa atau menyelamatkan diri dari ancaman.
Mampu mengenali pawang atau penjinak
King cobra dapat mengenali pawang atau penjinaknya melalui aroma. Kemampuan king cobra untuk mendeteksi aroma pawang terdapat di bagian lidah.
Lidah itu akan menekan bagian ceruk atau lubang antara mata dan mulut ular yang berfungsi sebagai sensor panas (disebut organ Jacobson).
Dengan menekan bagian lidah ke area tersebut, king cobra dapat membedakan beberapa aroma yang tercium di lingkungan sekitar.
King cobra belajar mengenali aroma manusia yang menyediakan makanan dan merawatnya, dan binatang itu akan merasa santai ketika mendeteksi kehadiran pawang atau penjinaknya.
Bisa beradaptasi dengan situasi
Seorang ilmuwan di era 50an menemukan fakta, bahwa sejumlah king cobra yang mengalami kondisi kelebihan sisik di bagian mata, dapat beradaptasi saat menjalani operasi.
Ketika tindakan pertolongan untuk menyingkirkan sisik sedang berlangsung, ular tersebut dapat memposisikan diri sedemikian rupa, seakan sadar untuk mempermudah operasi.
Ular-ular tersebut didapati memposisikan diri pada posisi yang proper, sehingga operasi bisa berjalan lebih mudah.
Singkatnya, diyakini bahwa king cobra tersebut mengetahui sedang mendapat pertolongan manusia.
Sifat semacam inilah yang tidak ditemui di sebagian besar reptil lain. Bahkkan, ini adalah karakteristik yang tidak terlihat di hampir semua reptil lainnya.
Tidak sama
Antropomorfisme adalah istilah untuk merujuk pada kecenderungan melekatkan karakteristik, motif, emosi, dan perilaku manusia pada makhluk yang bukan manusia (seperti hewan).
Kecenderungan ini biasanya dilakukan pemilik anjing dan kucing yang ingin agar hewan peliharaanya terlihat gemuk atau berisi.
Sebaiknya, jangan menerapkan cara ini pada ular. Sebab, ular bisa bertindak seakan-akan sedang lapar, tetapi belum tentu ular itu benar-benar merasa lapar.
Apa yang dilakukan ular merupakan insting hewan. Ular berusaha mendapatkan lebih banyak makanan dan diciptakan untuk menganggap makanan adalah sesuatu yang langka.
Bisakah king cobra dipelihara?
Menurut penjinak ular berpengalaman, king cobra relatif mudah dipelihara ketimbang ular berbisa lainnya.
Pastikan kita memiliki kandang berukuran besar dan izin resmi memelihara binatang tersebut. Sebab di beberapa daerah, memelihara king cobra adalah tindakan yang ilegal.
Kendati tergolong sebagai ular berbisa terpanjang di dunia, king cobra nyaris tidak pernah menggigit manusia.
King cobra juga bisa hidup hingga 20 tahun. Karena umur yang relatif panjang, king cobra bisa dijadikan pertimbangan untuk dipelihara.
Ketika memelihara king cobra, sebaiknya letakkan beberapa ranting atau kayu di mana ular itu bisa memanjat karena king cobra terbiasa hidup dengan merayap dari satu pepohonan ke pepohonan lain.
Tetapi jangan lupa, satu gigitan king cobra dapat berakibat fatal bagi manusia.
Pada 2011, seorang peternak berpengalaman di Inggris digigit oleh salah satu king cobra yang ada di peternakan, dan tewas sekitar enam menit setelahnya.
Setidaknya, diperlukan hingga 50 botol anti racun untuk menetralkan satu gigitan king cobra. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "King Cobra, Ular Paling Cerdas di Muka Bumi, Ini Buktinya..."
Baca juga: Berawal Keluhan Air Mampat, Warga Temukan Ular Kobra di Sumur 20 Meter, Damkar Turun Tangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ular-king-kobra-9.jpg)