Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Stok Minyak Goreng di Semarang Masih 1 Juta Liter

Dinas Perindustrian Kota Semarang memastikan stok sembako di Kota Semarang aman hingga perayaan Lebaran 2022, termasuk, stok minyak goreng.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
DPRD Kota Semarang menggelar Dialog Interaktif di Hotel Noormans, Senin (18/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perindustrian Kota Semarang memastikan stok sembako di Kota Semarang aman hingga perayaan Lebaran 2022, termasuk, stok minyak goreng

Sekretaris Dinas Perindustrian Kota Semarang, Abdul Haris Nur Hidayat mengatakan, stok minyak goreng di Kota Lunpia hingga saat ini masih satu juta liter.

Sementara kebutuhan warga rata-rata 300 - 400 ribu liter per minggu.

Dia memastikan, stok yang tersedia saat ini cukup hingga Lebaran nanti. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir, pemkot sangat perhatian terhadap kebutuhan bahan pokok. Sementara ini masih ada satu juta liter untuk minyak goreng," terang Haris, saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif bersama DPRD Kota Semarang, di Hotel Noormans, Senin (18/4/2022) sore. 

Dia menyebutkan, ara dua pabrik di Kota Semarang yang siap memproduksi minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu PT BEST di Pelabuhan Tanjung Mas dan PT Bonan di kawasan Industri Terboyo.

Sehingga, dia memastikan kebutuhan minyak goreng aman. 

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang selalu melakukan pembinaan kepada pelaku industri berkaitan dengan bahan pokok.

Pihaknya rutin melakukan pengawasan tidak hanya industri minyak goreng namun juga industri kebutuhan bahan pokok lainnya. 

Pemkot juga telah membentuk tim pengawasan sembako untuk melakukan pemantaun menjelang Lebaran ini.

Jika ditemukan terjadi kenaikan yang tidak wajar, tim akan turun melakukan penelusuran. 

Diakuinya, hampir komoditas bahan pokok naik menjelang Lebaran. Hal itu menjadi hukum pasar apabila permintaan naik harga akan mengikuti.

Apalagi, euforia mudik tahun ini diprediksi meningkat.

Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan belanja kebutuhan pokok secara berlebihan. 

"Dua tahun tidak mudik, nanti mungkin Semarang yang penduduknya 1,6 juta jiwa bisa meningkat dua kali lippat mendekati Lebaran. Semakin banyak permintaan, harga makin naik. Maka, kami imbau masyatakat tidak panic buying," paparnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved