Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi

Kinerja Ekspor Cetak Rekor Lagi, Neraca Perdagangan Maret 2022 Surplus 4,53 Miliar Dollar AS

Neraca perdagangan Indonesia masih mencetak surplus pada Maret 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, keuntungan neraca perdagangan pada bulan la

Editor: m nur huda
tribunjateng/dok
Kegiatan di Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia masih mencetak surplus pada Maret 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, keuntungan neraca perdagangan pada bulan laporan sebesar 4,53 miliar dollar AS.

Hal itu antara lain ditopang kinerja ekspor yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan nilainya pada Maret 2022 mencapai 26,5 miliar dollar AS.

Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Maret 2022 ini menandakan kinerja perdagangan yang mencetak surplus selama hampir 2 tahun terakhir.

“Ini merupakan surplus yang beruntun selama 23 bulan terakhir. Jadi, selama 23 bulan berturut-turut, neraca perdagangan kita masih mencetak surplus,” katanya, dalam paparan Kinerja Ekspor Impor Maret 2022, via video conference, Senin (18/4).

Dari data BPS, surplus neraca perdagangan ini disebabkan nilai ekspor yang lebih besar daripada nilai impor. Nilai ekspor pada bulan laporan sebesar 26,5 miliar dollar AS, sedangkan nilai impor tercatat 21,97 miliar dollar AS.

Bila menilik dari komoditas non minyak dan gas (non migas), Margo menyebut, surplus neraca perdagangan itu berasal dari komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

“Itu tadi adalah tiga komoditas non migas yang paling memberi andil pada surplus pada Maret 2022,” jelasnya.

Kemudian, surplus neraca perdagangan juga dipengaruhi kinerja surplus dengan negara-negara mitra dagang.

Seperti surplus terbesar dengan Amerika Serikat (AS) sebesar 2,03 miliar dollar AS yang ditopang komoditas lemak dan minyak hewan nabati serta alas kaki.

Disusul neraca perdagangan dengan India sebesar 1,21 miliar dollar AS yang disumbang bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewan nabati. Kemudian ada juga Filipina dengan surplus neraca dagang sebesar 916,9 juta dollar AS.

Dengan demikian, secara kumulatif sepanjang 2022 hingga Maret 2022, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 9,33 miliar dollar AS. Nilai itu jauh lebih besar dari capaian surplus pada periode sama tahun sebelumnya sebesar 5,52 miliar dollar AS.

“Ini cukup tinggi, dan mudah-mudahan tren ini terus meningkat, sehingga memberi dampak pada pemulihan ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Adapun, Margo menyebut, nilai ekspor pada Maret 2022 yang mencapai 26,5 miliar dollar AS itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. “(Nilai) ekspor ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah,” ujarnya.

Ia berujar, nilai ekspor Indonesia tersebut naik 29,42 persen mom bila dibandingkan dengan Februari 2022. Bila dibandingkan dengan Maret 2021, nilai ekspor itu naik 44,36 persen yoy.

Berkah komoditas

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved