beacukai tanjungemas semarang

Pelunasan Piutang Macet Sebesar 19 Miliar Rupiah, Bea Cukai Berhasil Optimalkan Penerimaan Negara

Bea Cukai Tanjung Emas amankan penerimaan negara ataspelunasan piutang macet, Rabu (13/04/22).

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Bea Cukai Berhasil Optimalkan Penerimaan Negara 

TRIBUNJATENG.COM - Jalankan tugas sebagai revenue collector, Bea Cukai Tanjung Emas amankan penerimaan negara ataspelunasan piutang macet, Rabu (13/04/22).

Langkah ekstra ini berhasil mengoptimalkan penerimaan
negara sebesar 19 Miliar Rupiah. Jumlah ini merupakan nilai terbesar dari Pelunasan Piutang Macet di KPPBC TMP Tanjung Emas.

Bea Cukai Berhasil Optimalkan Penerimaan Negara
Bea Cukai Berhasil Optimalkan Penerimaan Negara (IST)

Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Tanjung Emas, Silvia Ratna Indrawati mengungkapkan bahwa, “Keberhasilan ini merupakan komitmen kami untuk terus melakukan upaya penagihan secara optimal
dan berkesinambungan atas pemenuhan hak-hak negara, bukan hanya terhadap pungutan Kepabeanan
tetapi juga terhadap pungutan Cukai.

Kami juga berterimakasih kepada Tim Kurator CV. SJU dan PT. AUV
atas kerjasama dan komitmen mereka dalam penyelesaian tagihan senilai 7 M sekaligus oleh PT. AUV
pada tanggal 13 April 2022.”

Tagihan ini bermula pada tahun 2014 dimana pada saat itu belum terjadi pemisahan nomenklatur
kantor KPPBC Tanjung Emas dan KPPBC TMP A Semarang, sehingga atas penagihan terhadap pungutan
Cukai tetap dilaksanakan oleh KPPBC TMP Tanjung Emas.

CV SJU dan PT. SJAS yang dimiliki oleh satu entitas yang sama, tidak menyelesaikan CK-1 kredit sebanyak
25 dokumen. Selanjutnya atas hal tersebut, diterbitkan Surat Tagihan Cukai (STCK-1) dan ditindaklanjuti
dengan upaya penagihan aktif baik terhadap penanggung cukai maupun kepada PT. AUV selaku
Penjamin CK-1 kredit tersebut sampai dengan tahap penerbitan Surat Paksa sesuai ketentuan PMK
nomor 169/PMK.04/2017 tentang Perubahan atas PMK-111/PMK.04/2013 tentang Tata Cara Penagihan
Bea Masuk dan/atau Cukai.

Dalam upaya penagihan terhadap piutang tersebut, terhadap CV SJU dan BEJ selaku pemilik dua
perusahaan tersebut diputus Pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang sehingga pengurusan atas harta
penanggung bea masuk dan/atau cukai beralih kepada Tim Kurator.

Selama kurun waktu tahun 2014 sampai dengan 2022, Bea Cukai Tanjung Emas aktif melakukan koordinasi dan pendekatan intensif kepada Tim Kurator sehingga diperoleh pembagian harta Pailit dalam 4 (empat) tahap dengan nilai total kurang lebih 12 Miliar Rupiah.

Terhadap kekurangan pembayaran senilai 7 Miliar Rupiah, Bea Cukai Tanjung Emas kembali melakukan upaya penagihan
kepada PT. AUV selaku Penjamin.

Upaya penagihan tersebut berbuah manis dengan dilunasinya
kekurangan pembayaran senilai 7 Miliar Rupiah sekaligus oleh PT. AUV.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada Unit Penagihan Perbendaharaan Bea Cukai Tanjung Emas yang
dengan gigih dan telaten mengumpulkan dan mengkonfirmasi semua piutang-piutang macet yang sulit
tertagih.

Dengan slogan tak serupiah pun boleh terlewat dengan penuh semangat mereka melaksanakan tugasnya.

Dengan pencapaian ini diharapkan semakin menambah semangat untuk melakukan upaya penagihan piutang-piutang macet berikutnya,” imbuh Silvi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved