Berita Kendal
Para Anggota DPRD Kendal dan Pejabat Pemkab Diteror Oknum Polisi Minta THR
Aksi teror berkedok minta THR oleh oknum yang mengaku sebagai aparat Kepolisian menyasar sejumlah anggota DPRD dan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Aksi teror berkedok minta THR oleh oknum yang mengaku sebagai aparat Kepolisian menyasar sejumlah anggota DPRD dan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pesan singkat dan panggilan telepon minta-minta oleh seorang tak dikenal itu sempat meresahkan jajaran Pemkab Kendal dan anggota dewan.
Hal itu karena pesan yang dikirimkan disertai dengan ancaman-ancaman terhadap sasaran, dan berujung meminta uang dengan nilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kabar tersebut dibenarkan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun.
Ia mengaku sudah mendapatkan teror tersebut, baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon. Hal itupun dialami sejumlah anggota
DPRD lain
Menurut dia, oknum yang melakukan teror tersebut mengaku dari Kepolisian Polda Jateng.
Beberapa ancaman dilontarkan sang pengirim pesan ketika targetnya tidak mengikuti apa yang diinginkan.
"Iya, memang ada sebagian anggota dewan yang mendapatkan itu (teror minta-minta THR-Red). Kalau jumlahnya belum saya cek semua, tapi sudah ada beberapa cerita yang sama," katanya, Rabu (20/4/2022).
Makmun menuturkan, aksi tersebut berujung meminta uang dengan nominal Rp 500.000 hingga Rp 2 juta. Jumlahnya bervariasi antara target satu dengan sasaran lainnya.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Saya sih cuekin saja, sudah jelas tipu-tipu," tegasnya.
Hal serupa disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto. Ia juga mengaku sudah mendapatkan laporan bahwa sejumlah pejabat Pemkab Kendal mendapatkan pesan teror yang serupa.
Bijak
Ia berharap, semua pihak bisa menyikapi hal itu dengan bijak agar tidak menimbulkan korban penipuan.
"Ada juga yang diterima (pesan teror-Red) pejabat pemerintah daerah sampai pemerintah desa. Enggak usah diladeni, kalau saya aman-aman saja," tuturnya.
Dico mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap informasi yang diterima. Cek dan kroscek setiap informasi yang masuk, agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.
"Kita harus selektif terhadap setiap informasi yang masuk, juga setiap orang baru. Kalau ada modus yang tidak bagus, tinggalkan saja," imbaunya. (sam)