Berita Sukoharjo

Stabilisasi Harga Menjelang Idulfitri 1443 H, Pemkab Sukoharjo Gelar Pasar Murah

Pemkab Sukoharjo bersama TPID gelar pasar murah di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Dok. Pemkab Sukoharjo
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati Agus Santosa saat meninjau stan pasar murah di GP3D, Sabtu (23/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D).

Pasar murah digelar dua hari, 23-24 April 2022. Pasar murah tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Pembukaan pasar murah tersebut dihadiri pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, Agus Santosa dan jajaran pejabat Pemkab Sukoharjo.

“Pada bulan ramadan dan menjelang Idul Fitri, permintaan kebutuhan pokok cenderung terus meningkat sehingga berdampak pada kenikan harga," ucap Etik.

"Lonjakan harga yang tinggi tentu akan membebani dan sekaligus dapat mengurangi daya belim masyarakat terutama bagi masyarakat kurang mampu,” lanjutnya.

Menurutnya, adanya fenomena lonjaka harga tersebut, Pemkab Sukoharjo menggelar pasar murah setiap tahun.

Pasar murah sendiri bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan relatif terjangkau.

Selain itu, juga menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah yang cukup.

Sedangkan Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, dalam laporannya menyampaikan, penyelenggaraan pasar murah tersebut merupakan upaya Pemkab Sukoharjo untuk menjamin stabilisasi harga, ketersediaan stok menjelang Lebaran dan juga upaya untuk menjaga inflasi 2022.

“Peserta pasar murah sendiri antara lain Bank Indonesia, Bulog Surakarta, mitra tani binaan Dinas Pertanian dan Perikanan, KKT dan mitra tani binaan Dinas Pangan, distributor minyak goreng, PKK tiap kecamatan, BUMD, dan juga toko modern seperti Transmart, Laris, dan Mitra,” jelasnya.

Selama pasar murah, produk yang dijual selain bahan kebutuhan pokok juga kebutuhan pendamping lainnya dimana harga yang ditawarkan dibawah harga pasaran.

Untuk itu, masyarakat bisa datang ke lokasi untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

“Selain itu, BUMD juga menyiapkan 1.000 paket sembako murah dengan harga Rp50.000. Untuk paket murah ini khusus untuk warga kurang mampu yang diberi kupon sebelumnya,” jelas Suseno. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved