Dishub Kota Semarang Siapkan Posko Portabel Antisipasi Pemudik Membludak
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan menyiapkan posko portabel untuk mengantisipasi pemudik yang melalui Kota Semarang membludak.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan menyiapkan posko portabel untuk mengantisipasi pemudik yang melalui Kota Semarang membludak. Hal ini karena euforia mudik tahun ini cukup tinggi mengingat telah dua tahun masyarakat menahan diri tidak pulang kampung.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, posko portabel akan dibuka melihat kebutuhan yang ada. Jika kondisi arus lalu lintas sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan Dishub akan menambah posko agar semakin banyak petugas di titik-titik Kota Semarang. Lokasi posko portabel berada di titik-titik yang dinilai membutuhkan pengawasan oleh petugas Dishub. Misalnya, saat puncak arus mudik, saat jalan tol sudah penuh, maka kendaraan akan dialihkan melalui jalan biasa. Pada saat itu dimungkinkan terjadi peningkatan arus kendaraan.
"Posko portabel ini kita tidak melihat kapan waktunya akan didirikan tapi begitu ada kebutuhan maka kita langsung lakukan. Contohnya, exit tol krapyak itu kita bisa tempatkan posko portable disana," terang Endro, Rabu (27/4/2022).
Saat ini, Dishub memiliki lima posko tetap di Posko Simpanglima, Posko Pandanaran tepatnya di depan gedung DKK Semarang, Posko Terminal Cangkiran, Posko Terboyo dan Posko Terminal Gunungpati. Lima posko pengamanan arus mudik Lebaran ini telah dibuka sejak 24 April dan selalu standby petugas selama 24 jam untuk memantau kepadatan arus lalu lintas di dalam kota maupun di perbatasan kota Semarang selama libur Lebaran 2022.
"Posko efektif kita ada lima tapi tidak menutup kemungkinan kami akan membuat posko yang sifatnya portabel, dalam arti kita melihat kebutuhan," ucapnya.
Posko portabel, lanjut dia, akan diisi oleh enam petugas Dishub. Tak hanya berjaga di posko namun melakukan mobilisasi untuk memantau arus lalu lintas.
Hingga H-5 ini, Endro menyebut, mulai ada peningkatan arus kendaraan yang masuk ke Kota Semarang sekitar 40 persen dibanding kondisi normal. Peningkatan kendaraan terjadi di dalam kota saat waktu-waktu tertentu, misalnya saat sore hari atau momen ngabuburit. Sedangkan peningkatan jumlah kendaraan di jalan tol saat ini baru 10-15 persen dibanding hari biasa.
"Geliat arus lalu lintas hingga hari ini sudah mulai terlihat terutama yang di ruas jalan tol, artinya masyarakat sudah mengawali mudik sebelum tanggal 28 April," tambahnya. (eyf)