Fokus
Fokus : Selamat Mudik, Selamat Lebaran
SAKING bahagianya bisa kembali menjejakkan kaki dan menghirup udara kampung halaman, Muhammad Arifin (35) warga Jati Kulon, Kudus
Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Muslimah
Wartawan Tribun Jateng
SAKING bahagianya bisa kembali menjejakkan kaki dan menghirup udara kampung halaman, Muhammad Arifin (35) warga Jati Kulon, Kudus melakukan sujud syukur begitu sampai di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (29/4) dini hari. Ia merupakan satu dari sekian pemudik yang ikut program mudik gratis Pemkab Kudus.
Kebahagian Arifin kali ini begitu meluap-luap karena ia sudah tiga tahun tidak pulang ke kampung halaman. Rindu berkumpul dan silaturahim dengan sanak saudara sulit untuk dibendung.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 melanda dunia sejak 2019. Masuk Indonesia di 2020 dan pemerintah sempat memberlakukan larangan mudik pada Lebaran 2020 dan 2021.
"Habis ini saya tidak kembali lagi ke Jakarta, biar dekat keluarga," jelas pria yang bekerja sebagai sopir.
Semangat mudik dan berkumpul bersama keluarga saat momen Idul Fitri atau Lebaran juga tergambar di wajah Dedi, pria 60 tahun yang memutuskan mudik mengendarai sepda ontel dari Bekasi ke Purwokerto.
Jarak yang ditempuhnya tentu saja sangat jauh, karena bukan lagi antarkota, melainkan sudah antarprovinsi. Tanjakan, turunan, kelokan, dan jalan terjal tak membuatnya gentar untuk mengayuh sepeda ontel.
Jika sudah merasa lelah mengayuh sepeda, Dedi akan beritirahat di musala, pos pelayanan, atau tempat lain yang bisa dijadikan tempat melepas penat.
Semua itu dilakukan agar bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga. "Di perjalanan sudah tiga hari" kata Dedi yang kemarin sampai di Pos Terpadu Cileunyi.
Sesuai prediksi, arus mudik mulai mencapai puncaknya kemarin yang merupakan hari pertama cuti bersama Lebaran yang ditetapkan pemerintah . Di berbagai lokasi lalu lintas terpantau padat merayap bahkan macet berjam-jam.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2022 berjumlah 85,5 juta orang.
Angka tersebut didapat dari survei mudik Lebaran 2022 yang dilaksanakan Balitbang Kemenhub setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan diperbolehkan mudik Lebaran 23 Maret 2022 lalu.
Euforia masyarakat untuk mudik bisa dimaklumi setelah 2 tahun terakhir ini mudik tidak diperbolehkan. Padahal berkumpul dan melepas rindu dengan keluarga adalah saat yang sangat istimewa. Saat yang paling dinantikan setiap Lebaran tiba.
Dilihat dari sejarahnya, konon mudik sudah ada sejak zaman Majapahit dimana wilayah kekuasaan kerajaan yang begitu luas mengharuskan banyak pejabat yang ditempatkan ke berbagai daerah, bahkan ke mancanegara.
Ada momen tertentu saat para pejabat ini mudik pulang kampung.
Tradisi terus berlanjut zaman Mataram Islam saat para pejabat yang ditugaskan di berbagai wilayah mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Namun istilah mudik yang berarti para perantau pulang ke kampung halaman baru populer di Indonesia sekitar 1970-an. Dalam bahasa Jawa, mudik merupakan akronim dari mulih dhisik (pulang dulu).
Bagaimanapun, dalam euforia mudik ini, keselamatan adalah yang paling utama. Masyarakat wajib waspada karena kondisi lalu lintas yang menumpuk ditambah kondisi pemudik yang kelelahan membuat peluang kecelakaan terbuka. Kemarin, dua warga Purbalingga meninggal kecelakaan beruntun di Subang. Kita tentu tak mau ada korban lagi.
Jangan pula memaksakan diri. Jika memang kondisi kesehatan tidak memungkinkan, rencana mudik lebih baik dipertimbangkan.
Atau jika pun harus tetap mudik, sebaiknya melakukan persiapan yang matang. Apa yang meinimpa pemudik asal Karanganyar bisa jadi pembelajaran. Ia ditemukan meninggal begitu bus sampai di Terminal Tirtonadi Solo. Diduga karena sakit.
Yang juga sangat penting, selalu menjaga protokol kesehatan selama mudik dan saat tiba di kampung halaman. Kita tentu berharap setelah momen ini tidak ada kabar terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sehingga perekonomian bisa terus bangkit. Selamat mudik, selamat Lebaran. Mohon maaf lahir dan batin (*)
Baca juga: Video Ratusan Pemudik Bermotor Mulai Padati Jalur Lingkar Brebes-Tegal
Baca juga: Presiden Rusia dan Presiden Ukraina Akan Bertemu di KTT G20 Bali
Baca juga: Video Padat Merayap, Polisi Berlakukan One Way di Tol Banyumanik-Bawen
Baca juga: Seorang Polwan Digerebek Suami Sedang Berduaan dengan Pendeta Beristri di Pastori
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muslimah-redaktur-tribun-jateng_20170920_064857.jpg)