Bupati Sragen Yuni Minta Warga Taati Prokes saat Halal Bihalal

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak menggelar open house seperti dilaksanakan Kepala Daerah sebelum Pandemi Covid 19.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki
Jamaah salat id di alun-alun Sragen, Senin (2/5/2022). 

TRIBUNJATENG. COM, SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak menggelar open house seperti dilaksanakan Kepala Daerah sebelum Pandemi Covid 19.

Meski aktivitas masyarakat untuk merayakan lebaran dilonggarkan, semisal mudik, salat Idul Fitri hingga silaturahim, Kepala Daerah tetap dilarang menggelar open house. 

Yuni mengatakan, hal ini merupakan instruksi Presiden RI Joko Widodo yang harus dipatuhi kepala daerah. 

"Instruksi bapak presiden, tidak boleh open house, " katanya

Ia mengaku tak masalah tidak menggelar open house untuk halal bihalal bersama jajarannya dan masyarakat. 

Halal bihalal dia bersama bawahannya bisa dilaksanakan dalam jaringan atau melalui perangkat Handphone.

Saat aktivitas kedinasan aktif kembali usai cuti bersama, 9 Mei mendatang, halal bihalal juga bisa dilaksanakan tatap muka karena masih di momentum Syawal. 

Di sisi lain ia tak melarang warganya yang ingin berlebaran dengan berkumpul atau silaturahim ke sanak famili. Hanya ia mengingatkan warganya untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan. 

Bagi masyarakat yang belum vaksin, khususnya booster, juga diimbau untuk menjalani vaksin. 

"Setiap kegiatan silaturahim keluarga harus prokes, " katanya

Sementara itu, Sartono, warga Kelurahan Sragen Tengah mengaku bersyukur bisa merayakan Idul Fitri tahun ini dengan normal. 

Ini berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya dimana aktivitas masyarakat untuk merayakan Idul Fitri dibatasi. 

Bahkan, dua tahun selama pandemi, kegiatan salat Id berjamaah di alun-alun ditiadakan. Padahal, salat id di alun-alun adalah momentum paling dinanti dan menunjukkan ukhuwah umat Islam yang kuat, khususnya di seputar kota. 

Ia pun melihat animo warga mengikuti salat Id di alun-alun begitu tinggi. Ini tak lepas dari diperbolehkannya mudik sehingga banyak perantau pulang dan salat Id di kampung halaman Sragen

"Setelah dua tahun tidak diadakan,  Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan salat Id di alun-alun bersama. Semoga ke depan tidak ada pandemi lagi, " katanya

 

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved