Berita Regional
Tradisi Silaturahmi ke Rumah Saudara atau Orang Terdekat Saat Lebaran
Momen lebaran atau hari raya Idul Fitri, kental dengan nuansa kebersamaan, saling memaafkan, berkumpul dengan sanak saudara, makan hidangan khas
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Momen lebaran atau hari raya Idul Fitri, kental dengan nuansa kebersamaan, saling memaafkan, berkumpul dengan sanak saudara, makan hidangan khas seperti ketupat dan lontong, opor, dan tidak lupa berkunjung ke rumah-rumah untuk silaturahmi.
Tradisi mengunjungi rumah sanak saudara, tetangga, ataupun orang terdekat saat lebaran mungkin terjadi di beberapa daerah tak terkecuali di Kabupaten Tegal.
Inilah momen yang terlihat di salah satu rumah warga Desa Sidaharja, RT 26/RW 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Selasa (3/5/2022).
Sudah menjadi tradisi atau kebiasaan yang rutin dilakukan saat momen lebaran, yaitu mengunjungi rumah antar warga maupun keluarga masing-masing.
Tidak hanya berkunjung, biasanya mereka juga membawa bingkisan, buah tangan atau oleh-oleh untuk pemilik rumah yang dikunjungi.
Salah satu warga yang sedang silaturahmi, Rohyatun atau kerap disapa Iroh, mengaku melaksanakan silaturahmi sudah lama sejak awal ia pindah rumah di lingkungan Desa Sidaharja.
Bahkan sebelum pindah atau di kediaman terdahulunya, Iroh juga sudah melakukan tradisi yang sama saat lebaran yaitu bersilaturahmi.
"Setiap tahun saya dan anak-anak rutin silaturahmi ke tetangga maupun keluarga. Kebetulan tahun ini suami bisa pulang ke rumah, jadi sekalian keliling bersama.
Tujuannya ya untuk saling meminta maaf, kemudian menjalin persaudaraan.
Bisa dikatakan sebagai tradisi turun temurun juga, terutama bagi mereka yang sudah menikah atau berkeluarga mengunjungi yang lebih tua," ungkap Iroh, pada Tribunjateng.com, Selasa (3/5/2022).
Tahun ini, Iroh ditemani suami dan kedua anaknya untuk berkeliling.
Awal ia mengunjungi orangtua masing-masing dan keluarga inti, kemudian lanjut ke saudara, orang terdekat, dan tetangga.
Mengingat jumlah keluarga atau orang yang akan dikunjungi sangat banyak, Iroh mengaku biasanya tidak kelar dalam waktu satu hari.
Paling tidak dua atau tiga hari baru selesai, bahkan bisa sampai empat hari jika yang hendak ditemui tidak ada di rumah sehingga harus balik lagi.
"Kalau saya senang saja menjalaninya, karena kan momen setahun sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-sedang-bersilaturahmi-saat-momen-lebaran-ke-rumah-saudara-dan-orang-terdekat.jpg)