Fokus
Fokus ke Transportasi Massal
Indahnya harapan mudik lancar yang sempat muncul beberapa tahun lalu kini mulai pudar. Kehadiran tol Trans-Jawa yang diharapkan mampu mengatasi macet
Penulis: Erwin Ardian | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Erwin Ardian
Wartawan Tribun Jateng
Indahnya harapan mudik lancar yang sempat muncul beberapa tahun lalu kini mulai pudar. Kehadiran tol Trans-Jawa yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan akut setiap tahun, terbukti tak ampuh lagi.
Baik saat arus mudik maupun balik, tol kebanggaan Bangsa Indonesia itu seolah tak berdaya menampung lonjakan jumlah kendaraan dari Jakarta yang menyebar ke seluruh pelosok pulau Jawa. Kemacetan parah terjadi dimana-mana.
Antrean panjang kendaraan hingga puluhan kilometer tampak di beberapa titik seperti gerbang tol dan rest area.
Banyaknya petugas yang turun ke jalan untuk mengurai kemacetan tak mampu membawa banyak perubahan.
Mereka hanya bisa bekerja menjalankan tugas, namun kemacetan tetap terjadi lantaran jumlah kendaraan jauh melebihi kapasitas jalan yang ada.
Kerja keras para petugas yang rela meninggalkan anak istri di tengah musim liburan dan Hari Raya, seolah tak membuahkan hasil yang menggembirakan.
Puncaknya, dalam berita yang dilansir Tribun Jateng, sejumlah pemudik mengaku kapok karena harus mengalami kemacetan parah.
Waktu tempuh Jakarta-Semarang yang seharusnya hanya lima jam saja, harus ditempuh lebih dari 12 jam dalam suasana macet parah. Jalan tol yang katanya bebas hambatan kini terhambat dimana-mana.
"Mau nangis, kapok banget jam 15.00 WIB keluar dari Semarang. Jam 23.00 WIB masih di KM 141 Cipali," kata seorang pemudik. Angan-angan pulang ke Jakarta lebih cepat pupus.
Banyaknya pengendara yang beristirahat di pinggir tol menjadi salah satu penyebab jalan menjadi sempit dan kemacetan panjang terjadi.
Sebenarnya sudah ada rest area yang bisa digunakan pemudik, namun lagi-lagi jumlah dan kapasitas rest area tak mampu menampung banyaknya pemudik.
Kapok mudik lewat jalan tol, beberapa pemudik berjanji akan menggunakan transportasi massal seperti kereta pada musim mudik tahun depan.
Pemberlakuan sistem satu arah atau one way yang diandalkan menjadi senjata pamungkas mengurai kemacetan di jalan tol, justru memunculkan masalah baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/erwin-ardian-180721.jpg)