Berita Internasional

Pria yang Baru Datang Ini Diduga Jadi Pemicu, Kerusuhan di Penjara Ekuador Pecah Tewaskan 43 Tahanan

Kerusuhan terjadi setelah geng-geng yang bersaing bentrok di sebuah penjara di kota Santo Domingo, kata pemerintah

Editor: muslimah
AFP PHOTO/NICOLA GABIRRETE
Anggota kepolisian Ekuador memindahkan mayat seorang narapidana yang tewas di atap pavilion Penjara Guavas 1 di Guayaquil, Ekuador, pada 13 November 2021. Pertikaian di penjara itu menyebabkan 68 narapidana tewas. 

TRIBUNJATENG.COM - Pria yang Baru Datang Ini Diduga Jadi Pemicu, Kerusuhan di Penjara Ekuador Pecah Tewaskan 43 Tahanan

Sebanyak 43 tahanan tewas dalam kerusuhan di penjara Ekudor pada Senin (9/5/2022) pagi.

Kerusuhan terjadi setelah geng-geng yang bersaing bentrok di sebuah penjara di kota Santo Domingo, kata pemerintah.

Ini adalah kerusuhan penjara terbaru yang mengguncang negara Amerika Selatan itu.

Sebanyak 108 tahanan masih buron dan 112 ditangkap kembali, kata Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo dikutip dari Reuters.

Tim Gabungan yang Lumpuhkan Pembunuh Babinsa di Papua Dapat Penghargaan dari KSAD

Baca juga: Bus Damri Kesasar Viral, Netty Heran Tiba-tiba Bus Muncul dan Melaju ke Tanggul Sungai Pemali Brebes

Pihak berwenang mengatakan, kerusuhan pecah setelah seorang pemimpin geng dipindahkan ke penjara Bellavista Santo Domingo sesuai perintah pengadilan, yang mungkin menyebabkan kerusuhan di antara para tahanan.

Baik Kemendagri Ekuador dan kantor jaksa agung melaporkan bahwa 43 tahanan tewas.

Sebagian besar dari mereka tewas ditikam, kata Carrillo.

Kerusuhan tersebut merupakan insiden kekerasan terbaru di penjara Ekuador, yang oleh pemerintah dikaitkan dengan perkelahian antara geng untuk menguasai wilayah dan rute perdagangan narkoba.

Tahun lalu, 316 tahanan tewas dalam kerusuhan di berbagai penjara di seluruh Ekuador.

Penjara Bellavista kini sudah terkendali, kata komandan polisi Fausto Salinas, seraya menambahkan bahwa pagar keamanan dibangun di sekeliling penjara setelah para tahanan melarikan diri.

Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika mengatakan, sistem penjara rusak akibat pengabaian negara dan tidak adanya kebijakan yang komprehensif, serta kondisi yang buruk bagi narapidana.

Penjara Ekuador menampung 35.000 orang dan penuh sesak sekitar 15 persen di luar kapasitas maksimum.

Presiden konservatif Guillermo Lasso berjanji untuk mengurangi kekerasan penjara melalui proses pengamanan geng, pembebasan lebih awal bagi tahanan, dan reformasi politik serta sosial. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kerusuhan di Penjara Ekuador Pecah Lagi dan Tewaskan 43 Tahanan, Ini Penyebabnya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved